Irjen Ferdy Sambo: Niat Saya Jaga Kehormatan Keluarga

Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri
Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri
Sumber :
  • VIVA / Rahmat Fatahillah Ilham

VIVA – Mantan Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Diduga, motifnya Sambo marah karena perbuatan Brigadir J terhadap istrinya yakni PC di Magelang, Jawa Tengah.

Pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis mengatakan kliennya melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Brigadir J bersama anak buahnya yakni Bharada E (RE) atau Richard Elizer, Brigadir RR dan asisten rumah tangga (ART) KM demi menjaga marwah keluarganya.

“Saya adalah kepala keluarga dan murni niat saya untuk menjaga dan melindungi marwah, serta kehormatan keluarga yang sangat saya cintai,” kata Arman  membacakan surat permohonan maaf Irjen Sambo, Duren Tiga, Kamis malam, 11 Agustus 2022.

Pengacara Irjen Sambo dan istri, Arman Hanis

Pengacara Irjen Sambo dan istri, Arman Hanis

Photo :
  • VIVA/Ahmad Farhan Faris

Untuk itu, Arman mengatakan Sambo memohon maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan rekan sejawat Polri atas perbuatannya yang telah membunuh Brigadir J di rumah dinasnya pada Jumat, 8 Juli 2022.

“Kepada institusi yang saya banggakan, Polri, dan khususnya kepada Bapak Kapolri yang sangat saya hormati. Saya memohon maaf,” ujarnya.

Selain itu, kata Arman, Sambo juga menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada sejawat Polri dan masyarakat yang memperoleh dampak langsung dari kasus ini. Memang, ada 31 personel Polri yang menjalani sidang kode etik karena diduga tidak profesional dalam menangani kasus Brigadir J.

“Sekali lagi, saya memohon maaf akibat timbulnya beragam penafsiran serta penyampaian informasi yang tidak jujur dan mencederai kepercayaan publik kepada institusi Polri,” jelas dia.

Sebagai informasi, Polri telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Sebelumnya, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini yiatu Bharada E, Brigadir J dan sopir istri Irjen Ferdy Sambo berinisial KM.

Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri

Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri

Photo :
  • VIVA / Rahmat Fatahillah Ilham

Aksi penembakan terjadi di rumah dinas mantan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo pada Jumat, 8 Juli 2022. Dalam insiden ini, Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat tewas karena luka tembak.

Atas perbuatannya, keempat tersangka disangkakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.