Mahfud Ungkap Pentingnya Penanganan Kasus Brigadir J Bagi Citra Polri

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md
Sumber :
  • VIVA/Cahyo Edi

VIVA – Sebanyak 31 anggota kepolisian masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan kasus penembakan yang menewaskan Brigadir Nofryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Puluhan polisi itu diduga melanggar etik dalam melakukan penyelidikan kasus tersebut. 

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD tidak menutup kemungkinan adanya nama-nama lain yang ikut terseret jika kasus ini melebar. Maka dari itu, ia meminta agar pemeriksaan terhadap 31 anggota polisi ini hanya berfokus pada kasus tewasnya Brigadir J. 

"Kalau di kasus pembunuhan ini terlokalisir terhadap 31 nama saja di dalam kasus ini. Tapi, kalau dibuka semua ada kasus lain ya diungkap banyak (nama pihak lain) ya. Makanya saya bilang, di kasus ini jangan melebar ke judi, narkoba dan lainnya. Di kasus ini saja, 31 orang (polisi) sedang terperiksa," kata Mahfud seperti dikutip dalam Podcast bersama Deddy Corbuzier, Jumat, 12 Agustus 2022.

Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri

Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri

Photo :
  • VIVA / Rahmat Fatahillah Ilham

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga mengatakan bahwa pengungkapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap 31 nama yang diduga melanggar etik ini tidak akan berpengaruh buruk pada citra Korps Bhayangkara. Justru, berdasarkan informasi dari pegiat survey, hal ini akan meningkatkan citra Polri yang sebelumnya turun akibat kasus Brigadir J.

"Enggak (merusak nama kepolisian), justru akan mengharumkan nama kepolisian. Seorang pegiat survey mengatakan dan memberikan informasi ke saya, bahwa dengan pengumuman Kapolri itu saya yakin kalau di survey, kepercayaan terhadap Polri naik lagi. Itu kata dia (pegiat survey)," bebernya.

Sebagai informasi, aksi penembakan terjadi di rumah dinas mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo pada Jumat, 8 Juli 2022. Dalam insiden ini, ajudan Sambo, Brigadir Nofryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tewas karena luka tembak.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

Photo :
  • ANTARA/Istagram/@mohmahfudmd

Polri kemudian menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Selain itu, tiga orang lainnya juga turut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini yaitu Bharada E, Brigadir J dan sopir istri Irjen Ferdy Sambo berinisial KM.

Diketahui, Sambo menyuruh Bharada E untuk menembak Brigadir J hingga tewas. Perintah ini dikatakan Sambo usai dirinya menerima laporan dari sang istri, PC yang telah mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga. 

Atas dasar itu lantas Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan bersama kedua ajudannya untuk melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Kini, keempat tersangka disangkakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.