Cerita Jemaah Haji Sakit Jalani Terapi Kurma di Tanah Suci

Jemaah Haji Indonesia asal Kabupaten Bogor, Suwasmi.
Jemaah Haji Indonesia asal Kabupaten Bogor, Suwasmi.
Sumber :
  • MCH 2022

VIVA – Jemaah asal Kabupaten Bogor, Suwasmi, menjalani tanazul akhir untuk kepulangan ke Indonesia setelah sehari sebelumnya dia gagal ditanazulkan karena mengalami sesak di dalam pesawat sesaat sebelum keberangkatan.

Sekembalinya ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah pada awal pekan ini, Suwasmi diberikan terapi kurma untuk mengembalikan staminanya yang sempat drop. Yang bersangkutan tidak berselera makan karena sedang mengalami sariawan, sehingga terlihat pucat.

“Alhamdulillah berkat dr. Budi rasanya segar setelah makan 7 buah kurma,” ujar Suwasmi sambil berseri

Mengkonsumsi kurma rupanya memang juga sudah menjadi kebiasaan Pensiunan Pegawai Badan Kepegawaian Negara ini selama tinggal di Indonesia. Suwasmi mengaku sudah membeli kurma secukupnya untuk nanti bisa dikonsumsi sepulangnya ke Indonesia.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS, M.H mengatakan bahwa terapi kurma merupakan salah satu strategi yang dilakukan dalam operasional pelayanan kesehatan di musim haji. Terutama untuk mengembalikan stamina jemaah haji, baik yang sedang dirawat di KKHI maupun menjadi bagian dari upaya promosi kesehatan.

“Kita berikan kurma karena ibu ini tidak berselera makan. Alhamdulillah cukup membantu untuk meningkatkan stamina beliau,” ujar dr. Budi.

Menurut dr. Budi pemberian Kurma pada jemaah merupakan bagian dari Thibun Nabawi atau pengobatan ala Rasulullah. Kurma aman untuk dikonsumsi penderita diabetes melitus karena memiliki kadar indeks glikemik yang rendah. Selain itu kurma juga memiliki kalori yang cukup, dimana tiga butir kurma energinya setara dengan satu piring nasi.