Fakta-fakta Mantan Pengacara Bharada E Siapkan Album 'Gangster Sambo'

Kuasa hukum Bharada Richard Eliezer alis Bharada E, Deolipa Yumara.
Kuasa hukum Bharada Richard Eliezer alis Bharada E, Deolipa Yumara.
Sumber :
  • Ilham Rahmat/VIVA

VIVA Nasional – Deolipa Yumara dikabarkan resmi tidak mendampingi Bharada E dalam kelanjutan proses yang menimpanya atas tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat  alias Brigadi J. Mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara siapkan album tentang Ferdy Sambo.

Deolipa Yumara tak lagi damping Bharada E

Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer atau Bharada E.

Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer atau Bharada E.

Photo :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp

Deolipa Yumara menanggapi soal surat pencabutan kuasannya sebagai pengacara Bharada E. Ia menyebut jika Tindakan pencabutan surat kuasa tersebut adalah Tindakan yang cacat formal. 

“Ketika ada berita pemecatan dari Bareskrim atau Bharada E, sara rasa itu cacat formal,”ujar Deolipa Yumara dikutip dari tvonenews.

Ditanya lebih mendalam, Deolipa enggan membeberkan terkait cacat formal dari pencabutan suara kuasa tersebut. Ia mengaku tidak terlalu memikirkan hal tersebut.

“Biasa aja. Hidup ini biasa,”imbuhnya.

Mantan pengacara Bharada E siapkan album

Deolipa Yumara

Deolipa Yumara

Photo :
  • tvonenews.com/Langgeng

Deolipa Yumara juga mengatakan akan kembali menjadi seorang penyanyi setelah surat kuasanya dicabut sebagai pengacara Bharada E.

“Ini ada lagu-lagunya mau aku nyanyiin. Sekarang aku dipecat enggak jadi pengacara tapi jadi penyanyi,”ujarnya.

“Albumnya ada, bandnya Deolipa Project judul albumnya Gangster Sambo,”jelasnya.

Minta Bayaran Besar pada Negara 

Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menyatakan penasihat hukum Bharada E atau Richard Eliezer telah mencabut surat kuasa dari Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin pada Rabu 10 Agustus 2022. Hal ini membuat Deolipa geram dan meminta bayaran atas jasanya selama ini sebanyak Rp 15 triliun. 

“Ini kan penunjukan dari negara, dari Bareskrim. Tentunya, saya minta fee saya dong. Saya akan minta jasa saya sebagai pengacara yang ditunjuk negara, saya minta Rp 15 triliun. Supaya saya bisa foya-foya,” kata Deolipa dikutip dari VIVA. 

Selain meminta bayaran sebesar Rp 15 triliun, Deolipa Yumara juga mengancam akan menggugat negara. Dalam hal ini ditujukan kepada semua pihak, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Listyo Prabowo, apabila tidak membayarkan jasanya untuk Bharada E sebesar Rp 15 triliun.  

“Kan kita ditunjuk negara, negara kan kaya, masa kita minta Rp15 triliun enggak ada. Ya kalau enggak ada kita gugat, catat aja. Kapolri kita gugat, semua kita gugat. Presiden, Menteri, Kapolri, Wakapolri, semuanya kita gugat supaya kita dapat sebagai pengacara secara perdata Rp 15 triliun,” tegasnya. 

Menurut Deolipa, gugatan tersebut dapat diajukan secara perdata ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 

“Perdata bisa ke PTUN, bisa secara perdata negara,” jelas dia.