RI Diganjar Penghargaan IRRI soal Tani, Jokowi Terima Kasih ke Petani

Presiden Jokowi soal International Rice Research Institute di Istana Negara
Presiden Jokowi soal International Rice Research Institute di Istana Negara
Sumber :
  • YouTube Sekretariat Presiden

VIVA Nasional – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan di acara pemberian penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) kepada pemerintah Indonesia. Jokowi berkaitan dengan penghargaan itu menjelaskan mengenai infrastruktur pertanian yang telah dibangunnya sejak tahun 2015. Hal tersebut mulai dari bendungan, embung hingga jaringan irigasi. 

"Seingat saya sampai hari ini telah diresmikan 29 bendungan besar dan tahun ini akan selesai lagi totalnya 38 bendungan. Dan sampai tahun 2024 akan kita selesaikan kurang 61 bendungan," kata Jokowi dalam acara penyerahan penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) kepada pemerintah Indonesia di Jakarta sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu, 14 Agustus 2022. 

Ia merinci bahwa jumlah embung yang telah dibangun sebanyak 4500 embung. Kemudian ada 1,1 juta jaringan irigasi yang telah dibangun selama 7 tahun ini. 

"Selain memafaatkan varietas-varietas unggul padi, intensifikasi ekstensifikasi semua itu memberikan sebuah hasil peningkatan produksi yang kita lihat sekarang ini," katanya. 

Lebih lanjut Jokowi menuturkan, pada tahun 2019 saja pemerintah Indonesia bisa memproduksi beras 31,3 juta ton kemudian pada 2020 sebanyak 31,3 juta ton dan 2021 sebanyak 31,3 juta ton. 

"Peningkatan dan konsitensinsi yang saya lihat oleh FAO, IRRI. Karena jumlah itu jumlah yang riil dan penghitungan oleh BPS stok kita di lapangan jumlahnya Maret diakhir 2022 10,2 juta ton," ujarnya. 

"Kalau ditanya jumlahnya ada di mana? Ada di masyarajat, petani di restoran dan juga di Bulog. Beberapa di industri pakan. Totolanya 10,2 juta ton," sambungnya. 

Dengan keberhasilan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, maka IRRI memberikan penghargaan kepada pemerintah. 

"Inilah mengapa pada hari ini. Diberikan kepada kita sebuah sertifikat bahwa Indonesia dinilai memiliki ketahanan yang baik dan sudah swasembada pangan," katanya. 

Jokowi dalam kesempatan itu juga mengucapkan terima kasih kepada pelaku riil yakni petani yang bekerja di sawah. Kata dia, petani Indonesia atas kerja keras baik para bupati, gubenur, kementerian pertanian dan bekerjasama dengan riset perguruan tinggi. 

"Ini kerja bersama sama bukan hanya milik kementerian saja. Kita juga harus terus mendirong agar tidak hanya memproduksi yang kita konsumsi oleh rakyat kita saja apabila produksinya meningkat kita juga masuk-masuk pasar," katanya. 

Namun Jokowi mengingatkan mengenai ancaman masalah pangan. Oleh karena itu untuk mengatasi pangan pemerintah juga menyiapkan bahan pangan lainnya seperti sorgum. 

"Diversifikasi pangan. Hati-hati kita tidak hanya tergantung kepada beras tapi kita hatus mulai untuk jenis jenis bahan pangan lainnya telah kita mulai di Waingapu Sargum di NTT, dan di beberapa provinsi Jagung," katanya. 

"Yang dulu 7 tahun lalu Jagung 3,5 juta ton hari ini kira-kira 800 ribu ini sebuah lompatan yang sangat besar, kita harapkan terus menerus kita konsentrasi di sana, insya Allah tidak impor jagung lagi dalam 2 sampai 3 tahun lagi. Seperti beras yang sudah 3 tahun kita tidak impor," tambah Presiden.

Ia berpesan, di tengah ancaman krisis pangan di tingkat global maka pemerintah terus berkomitmen meningkatkan produksi menjamin ketercukupan pangan di dalam negeri dan sekaligus berkontribusi pada kecukupan pangan dunia. 

Adapun IRRI merupakan lembaga penelitian padi dan pertanian internasional yang berbasis di Los Baños, Filipina. Lembaga penelitian ini mengkhususkan riset untuk perkembangan pertanian dan bahan pangan.