6 Kasus Penting yang Pernah Ditangani Ferdy Sambo, Ada Kopi Sianida

Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo
Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Nasional – Insiden adu tembak yang melibatkan Bharada E dengan Brigadir J menyeret nama Ferdy Sambo. Ferdy Sambo bahkan dipecat sebagai Kadiv Propam dan ditetapkan sebagai tersangka. Ferdy Sambo disangkakan pasal 340 sub 338 jo 55 dan 56 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Ferdy Sambo merupakan jenderal bintang dua dengan karier yang cemerlang. Tentu dirinya pernah terlibat dalam kasus penting yang pernah ia tangani. Berikut telah kami rangkum beberapa kasus yang pernah ditangani Ferdy Sambo selama menjabat sebagai polisi.

1. Bom Sarinah

Polisi menyisir lokasi ledakan bom Sarinah

Polisi menyisir lokasi ledakan bom Sarinah

Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Pada 2016 lalu, Ferdy Sambo pernah menangani kasus aksi bom bunuh diri di Sarinah, MH Thamrin-Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Saat itu ia berpangkat ajun komisaris besar (AKBP) di bawah pimpinan Krishna Murti. Dikabarkan jika kelompok radikal Negara islam Irak dan Suriah (ISIS) yang didalangi oleh Aman Abdurrahman, ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) menjadi dalang dalam aksi bunuh diri tersebut.

2. Kopi sianida

Kepala Polresta Depok, Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan (kanan), menanyai pedagang kopi untuk penyelidikan kasus pembunuhan dengan kopi yang mengandung sianida Rabu, 5 Oktober 2016.

Kepala Polresta Depok, Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan (kanan), menanyai pedagang kopi untuk penyelidikan kasus pembunuhan dengan kopi yang mengandung sianida Rabu, 5 Oktober 2016.

Photo :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

Ferdy Sambo juga terlibat dalam kasus kopi sianida yang menyebabkan Wayan Mirna Salihin meninggal dunia. Diketahui jika Mirna diracuni oleh Jessica Kumala Wongso dengan meracuninya lewat minuman es kopi Vietnam. Saat itu ia menjabat sebagai Wadirkrimun Polda Metro Jaya.

3. Kasus Djoko Tjandra

Sidang Perdana Djoko Tjandra

Sidang Perdana Djoko Tjandra

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Dalam kasus Djoko Tjandra, Ferdy Sambo juga turut andil dalam mengungkap kasus surat palsu yang didalangi oleh pengusaha Djoko Tjandra. Saat itu Ferdy Sambo menjabat sebagai Dirtipidum Polri. Djoko Tjandra sempat jadi buron kelas atas yang terlibat kasus hak tagih (cassie) Bank Bali. Penangkapan ini sukses dilakukan berkat kerja sama antara Polri dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). 

4. Kebakaran Kejaksaan Agung 

Gedung Kejaksaan Agung RI pascakebakaran

Gedung Kejaksaan Agung RI pascakebakaran

Photo :
  • vivanews/Andry Daud

Pada 2020, Ferdy Sambo berhasil menuntaskan kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Ferdy Sambo yang ikut membantu menangani kasus kebakaran ini berpendapat bahwa kebakaran Kejagung disebabkan oleh api dari puntung rokok. Temuan itu valid karena telah berkoordinasi dengan para ahli.

5. Kasus perdagangan manusia

Ilustrasi Perdagangan manusia.

Ilustrasi Perdagangan manusia.

Photo :
  • U-Report

Ferdy Sambo berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia. Saat itu ia menjabat sebagai Wadirtipidum Bareskrim Polri. Ia berhasil meringkus delapan tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berasal dari jaringan Timur Tengah, diantaranya Maroko, Suriah, Turki, dan Arab Saudi.

6. Kasus Penembakan di KM 50

Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri

Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri

Photo :
  • VIVA / Ahmad Farhan

Ferdy Sambo saat itu masih menjabat sebagai Kadiv Propam dimana ia pernah menangani kasus KM50. Ia melakukan pengawasan dan analisis bersama Propam Polri.

Saat menangani kasus tersebut, Ferdy Sambo mengerahkan 30 anggota Tim Propam, utuk mengungkap fakta dari perkara yang sempat viral beberapa waktu lalu itu.

Ferdy Sambo juga menegaskan keterlibatan Divisi Propam dalam kasus ditembaknya enam anggota laskar FPI bukan karena indikasi pelanggaran, namun bertugas memeriksa penggunaan kekuatan sudah sesuai Perkap atau belum.

Kasus KM 50 pun berakhir dengan sidang putusan majelis hakim yang memvonis kedua terdakwa bebas, yakni Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin.