Pengacara Brigadir J Minta Rekening Sambo Dicek, PPATK Merespons

Kepala PPATK, Ivan Yustiavanda dalam konferensi pers kasus ACT.
Kepala PPATK, Ivan Yustiavanda dalam konferensi pers kasus ACT.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA Nasional - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana merespons permintaan pengacara keluarga Novriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.  Pengacara Brigadir J tersebut diminta untuk menyerahkan ke PPTAK jika punya data yang dipersoalkan.

"Jika pengacara almarhum Brigadir J punya data dan faktanya, mungkin bisa diserahkan ke kami untuk ditangani," kata Ivan dalam keterangannya dikutip pada Rabu 17 Agustus 2022.

Meski demikian, Ivan mengaku pihaknya belum mendapat laporan apa pun dari pihak Brigadir J. Dia menekankan, PPATK akan dalami dugaan tindak pidana jika mendapat laporan.

Kuasa hukum Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak.

Kuasa hukum Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak.

Photo :
  • ANTARA

Ivan mengatakan mekanisme PPATK hanya bisa dilaksanakan sesuai yang ditentukan berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Semua tugas dan kewenangan yang kami lakukan, baik dalam hal analisis, pemeriksaan (proaktif dan reamtif), termasuk penghentian transaksi, pembekuan rekening, dalam kasus apa pun berdasarkan UU tersebut," jelas Ivan. 

Kemudian, ia menambahkan, PPATK akan terus berkoordinasi dengan pihak berwajib sebelum bertindak melakukan wewenangnya melacak transaksi sebuah perkara.