Beredar Data Rahasia Bocor, Ini Kata BIN

Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto.
Sumber :
  • Antara/ Jefri Aries

VIVA Nasional – Badan Intelijen Negara (BIN) menampik kalau data rahasia lembaga bocor karena dibobol. Diketahui kabar peretasan juga menimpa PLN beberapa waktu lalu.

img_title Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing untuk Perkuat Kedaulatan

"Itu hoax (data BIN bocor)," ujar Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto kepada wartawan, Senin 22 Agustus 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dirinya menegaskan bahwa kerahasiaan data BIN masih terjaga. Semua yang diviralkan di media sosial dipastikan data palsu. Namun, pihaknya belum menguak pelaku penyebaran hoax ini.

img_title Sinergi Polri, TNI dan BIN Kawal HUT ke-81 RI Dinilai Jaga Stabilitas dari Berbagai Ancaman

Ilustrasi hoax.

Photo :
  • Pixabay

"Data BIN aman-aman saja. Data diri dan agen semua samaran. Jadi data BIN tidak bocor," ujarnya.

img_title Intelijen AS Sebut China 'Miliki' Data 220 Juta Pemilih Pemilu

Lebih dari 17 juta data pelanggan PLN dijual di forum breached.to oleh seorang user dengan nama pengguna Lolyta. Data PLN yang diduga bocor ini juga meramaikan media sosial Twitter.

"Hi, Im selling data PLN 17 MILLION++  with field ID,Idpel,Name,Consumer Name,Energy Type,Kwh,Address,Meter No,Unit Upi,Meter Type,Nama Unit Upi,Unit Ap,Nama Unit Ap,Unit Up,Nama Unit Up,Last Update,Created At," tulis penjual tersebut.

Ilustrasi kartu intelijen.

Photo :
  • VIVAnews/Siti Ruqoyah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun data PLN yang diduga bocor itu termasuk pada ID, identitas pelanggan, nama, nama konsumen, tipe daya, Kwh, alamat, nomor meter, nama unit Ap, nama unit Up hingga pembaruan terakhir.

Pengguna tersebut baru mempostingnya pada Kamis kemarin, 18 Agustus 2022. Selain itu, dia juga mencantumkan sampel data. Penjual juga menambahkan bagi pembeli yang berminat untuk menghubunginya via Telegram.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen TNI (Purn) Herindra

8 WNI Diduga Gabung Tentara Rusia, Begini Respons BIN

Kepala BIN Muhammad Herindra mengatakan pihaknya bakal mendalami soal dugaan delapan Warga Negara Indonesia (WNI), yang menjadi tentara bayaran Rusia.

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut