Kenaikan Harga BBM di Tengah Pandemi COVID-19 Dinilai Salah

Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Joko Juliantono.
Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Joko Juliantono.
Sumber :
  • Istimewa/Syaefullah

VIVA Nasional - Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Ferry Juliantono, menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat rakyat sedang susah di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit akibat efek pandemi COVID-19 adalah keputusan yang salah.

Infalsi yang Meroket

Ia menyampaikan akibat lain kenaikan harga BBM ini adalah inflasi yang meroket, kenaikan harga barang, daya beli turun, pemutusan hubungan kerja, sementara bantuan langsung tunai sebagai pengalihan subsidi hanya mampu beberapa bulan saja.

Petugas SPBU mengganti papan Harga BBM.

Petugas SPBU mengganti papan Harga BBM.

Photo :
  • VIVA/Foe Peace Simbolon

"Ujung semua kondisi ini pemerintah sendiri yang akan rugi, tingkat kepercayaan publik rendah, pemerintah dianggap tak cakap mengelola ekonomi sampai memicu potensi ketidak stabilan akibat perlawanan rakyat," kata Ferry menanggapi keputusan pemerintah menaikkan harga BBM di Jakarta, Senin, 5 September 2022.

Baca juga: Legislator Gerindra Sebut BBM Naik Buat Orang Miskin RI Bertambah

Rakyat Sedang Susah