Santri-Ulama di Pasuruan Nilai Perhatian Ganjar ke Pesantren Nyata

Ganjar Pranowo saat bertandang ke Pondok Pesantren, Sabtu (24/4/21)
Ganjar Pranowo saat bertandang ke Pondok Pesantren, Sabtu (24/4/21)
Sumber :
  • VIVA/Teguh Joko Sutrisno

VIVA Nasional – Konsolidasi dukungan untuk Ganjar Pranowo Presiden 2024 masih terus berlanjut hingga ke seluruh daerah di Tanah Air. Gerakan tersebut salah satunya digagas oleh Santri Dukung Ganjar (SDG) Jawa Timur melalui "Gebyar Selawat Damai dan Doa Bersama untuk Negeri" di Pondok Pesantren Metal Muslim Al Hidayah, Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Sabtu, 17 September 2022.

Terdapat lebih dari 10.000 peserta berasal dari Jember, Jombang, Banyuwangi, Cilacap, Cirebon, Pasuruan dan sejumlah daerah Jatim lain hadir sebagai ikhtiar dan doa agar Indonesia mendapatkan pemimpin terbaik pada Pemilu 2024. Untaian zikir, alunan selawat disertai doa tersebut dipimpin ulama nyentrik dari Jaringan Mafia Selawat, Gus Ali Sodikin atau dikenal Gus Ali Gondrong dan Pimpinan Ponpes Metal Muslim Al Hidayah, KH Akhmad Nurkholis.

"Kita rencana mengundang 5.000 orang, tapi alhamdulillah masyarakat begitu antusias sampai yang hadir dalam selawat dan doa bersama ini sebanyak 10.000 orang lebih. Partisipasi mereka ini timbul karena mendengar nama Ganjar Pranowo sebagai Presiden 2024," kata Koordinator Wilayah SDG Jawa Timur, Huriyahi di lokasi.

Huriyahi mengatakan, para santri, ulama, dan kalangan pesantren akhirnya menemukan pemimpin yang pantas dan bisa membawa Indonesia menuju kemajuan. Sosok tersebut tak lain adalah Ganjar Pranowo. Menurut dia, mantan anggota DPR RI tersebut memiliki kualitas dalam memimpin, karakter pribadi yang baik, serta langkah konkret kepedulian kepada masyarakat. 

Terhadap santri di Jawa Tengah, Ganjar menunjukkan perhatiannya melalui pemberian Bisyaroh (uang pembinaan) sejak 2018 dan mendapat dukungan serta apresiasi dari para ulama, masyarakat, serta berbagai lembaga. Program tersebut merupakan apresiasi untuk santri yang telah menghafal Al-Qur'an 30 juz lalu diwisuda dan membawa dampak positif dalam meningkatkan jumlah hafidz hafidzah di Jateng. 

Pada 2019 program Bisyaroh ini diberikan kepada 500 santri hafidz hafidzah, angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan di 2022, mulai awal tahun Januari sampai bulan Juni di Jateng sudah lebih dari 1.000 santri yang hafal Qur’an, masing-masing dari mereka mendapat bisyaroh Rp1 juta.

"Pak Ganjar itu adalah sosok pemimpin yang peduli terhadap santri khususnya dalam menghafal Al-Qur'an sehingga memberikan bisyaroh kepada para santri dan itu mendapat respon baik dari masyarakat dan santri," ungkap Huriyahi.