Bareskrim Setop Kasus Penipuan Jam Mewah Richard Mille Rp 77 Miliar

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan
Sumber :
  • Humas Polri

VIVA Nasional – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri telah menghentikan kasus dugaan penipuan dua jam Richard Mille seharga Rp77 miliar, Tony Sutrisno. Alasannya, penyidik tidak menemukan adanya perbuatan pidana.

“Iya sudah dihentikan proses lidiknya, karena fakta dari hasil gelar perkara belum ditemukan adanya dugaan tindak pidana,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat, 23 September 2022.

Gedung Bareskrim Polri

Gedung Bareskrim Polri

Photo :
  • VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham

Namun, Whisnu belum mengetahui pastinya kapan kasus dugaan penipuan jam mewah merk Richard Mille dihentikan. Menurut dia, penyidik harus menghentikan kasus ini agar ada kepastian hukum.

“Belum ditemukan peristiwa pidananya. Sehingga demi kepastian hukum, maka perkara tersebut dihentikan proses penyelidikannya. Nanti saya cek administrasinya,” ujarnya.

Sementara Kuasa Hukum Tony Sutrisno, Heru Waskito menyesalkan sikap kepolisian yang menghentikan penyelidikan kasus dugaan penipuan kliennya terhadap perusahaan arloji mewah asal Swiss merk Richard Mille.

“Kami menduga pemberhentian kasus arloji Richard Mille Jakarta ini disebabkan ada permainan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” jelas dia.