Langkah Jokowi Akselarasi Bansos Dinilai Turunkan Angka Kemiskinan

Ilustrasi penerima bansos PKH
Sumber :
  • ANTARA

VIVA Nasional – Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakselerasikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat menciptakan banyak dampak positif besar. Salah satunya mampu membuat angka kemiskinan masyarakat semakin terus menurun. 

Terpopuler: Pegi Cirebon Ditangkap Polisi, Jokowi Tidak Diundang Rakernas PDIP

Bansos yang dibagikan Jokowi turut tergabung ke dalam bentuk Program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Dibagikan kepada seluruh masyarakat terutama yang termasuk dalam golongan masyarakat ekonomi rentan dalam ekonomi

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (Unib) Djoenet Santoso menilai, bansos yang diberikan langsung punya peran penting dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat. Selain juga membuat angka kemiskinan menurunkan.

Kelakar Prabowo Soal Presidential Club: Hanya Empat Nggak Usah Bikin Club, Minum Kopi Saja

"Sangat signifikan kalau saya secara akademik berbicaranyakan data ya. Kemiskinan sebelum pandemi kemudian pada saat pandemi dan setelah pandemi," ujar Djoenet di Bengkulu.

Dia menuturkan realisasi JPS dapat tepat menyasar kepada masyarakat membutuhkan. Penyalurannya seiring dengan pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH), sasaran menjadikan program tersebut berjalan efektif. 

Presiden Jokowi Akan Pimpin Upacara Peringatan Harlah Pancasila di Blok Rokan

Menurut dia imbas dari adanya bansos Jokowi, menciptakan perbedaan mencolok t dilihat dari data jumlah masyarakat miskin khususnya antara periode di masa pandemi. Penurunan demikian begitu dirasakan masyarakat.

"Tapi kemudian diusahakan bantuan berbagai metode dan program termasuk JPS ini  ada beberapa program. Faktanya adalah angka kemiskinannya turun," imbuh Djoenet menambahkan. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 turun sebanyak 9,54 persen atau menjadi 26,16 juta orang. Menurun 0,34 juta orang dari September 2021, dan turun 1,38 juta orang dibanding Maret 2021.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya