Strategi Kementan Cegah Hama dan Penyakit Tumbuhan

Ilustrasi lahan pertanian.
Ilustrasi lahan pertanian.
Sumber :

VIVA Nasional – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) memperbarui daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) guna mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit tumbuhan di wilayah Indonesia.

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian Kementan AM Adnan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis mengatakan pembaruan itu juga untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati nabati di tanah air.

Lahan Pertanian

Lahan Pertanian

Photo :

"Juga penting dalam mendorong akses pasar komoditas pertanian, khususnya asal tumbuhan ke pasar global," kata Adnan.

Ketentuan dalam Pasal 27 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, menyebutkan bahwa pemerintah berwenang menetapkan daftar organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) berdasarkan hasil analisis risiko dan daerah sebarannya. Sementara OPTK sendiri sifatnya dinamis, mengikuti perkembangan situasi yang terjadi.

Adnan menjelaskan, daftar OPTK telah ditetapkan lewat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25 Tahun 2020. Daftar itu perlu diulas secara berkala terhadap keberadaannya. Ulasan dilakukan terhadap penamaan spesies baik penamaan terbaru dan sinonim maupun kisaran inang, media pembawa, dan daerah sebar.

Petani berada di lahan pertanian yang terdampak hujan abu Gunung Kerinci di Desa

Petani berada di lahan pertanian yang terdampak hujan abu Gunung Kerinci di Desa

Photo :
  • ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Halaman Selanjutnya
img_title