Korban Penipuan Indosurya 23 Ribu Orang, Kerugian Rp 106 Triliun

Massa aksi tuntut kasus KSP Indosurya
Massa aksi tuntut kasus KSP Indosurya
Sumber :
  • VIVA / Yeni Lestari

VIVA Nasional – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengungkap sebanyak 23 ribu masyarakat menjadi korban dari penipuan investasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Puluhan ribu korban itu mengalami kerugian yang fantastis senilai Rp106 triliun.

"Bahwa jaksa melindungi korban, korbannya kurang lebih 23 ribu orang korban," ujar Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum dalam konferensi pers, Rabu, 28 September 2022. 

Fadil menjelaskan, berdasarkan Laporan Hasil Analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), para korban mengalami kerugian hingga Rp106 triliun. Ia pun mengatakan bahwa ini merupakan kerugian terbesar kasus penipuan dalam sejarah di Indonesia.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

"Kerugiannya berdasarkan LHA PPATK Indosurya mengumpulkan dana secara ilegal sebanyak Rp106 triliun. Ini kasus yang menarik perhatian nasional karena kerugian sepanjang sejarah, belum ada kerugian yang dialami Rp106 triliun oleh masyrakat Indonesia," jelasnya.

Lebih jauh, Fadil menyebut pihaknya sempat mengalami kendala dalam proses pra-penuntutan. Ia mengungkap bahwa selama ini, Kejagung tetap berkomitmen untuk melindungi korban dan berupaya agar kerugian yang dialami bisa dikembalikan.

"Dulu proses pra-penuntutan agak tersendat karena kami berupaya bagaimana kerugian korban bisa kami selamatkan. Sehingga berdasarkan berkas perkara bisa disita Rp2.5 triliun dari SPDP 192 miliar. Ini upaya jaksa mengungkap peristiwa pidana. Saya imbau untuk hati-hati menginvestasikan karena sekarang banyak perusahaan yang merugikan," tandas Fadil.

Halaman Selanjutnya
img_title