Teroris MIT Terakhir yang Tewas Ditembak Terlibat 10 Kasus Pembunuhan

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Didik Suprano Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Didik Supranoto
Sumber :
  • ANTARA

VIVA Nasional – Anggota kelompok terorisme Mujahidin Indonesia Timur (MIT) bernama Askar alias Jaid alias Pak Guru, akhirnya ditembak mati di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Askar sebelumnya terlibat 10 kasus pembunuhan warga sipil, lalu kemudian kabur dan masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Zulhas dan Putrinya Bertemu Mahasiswa Indonesia di MIT, Ini yang Dibahas

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto mengatakan, bahwa Satgas Madago Raya menembak mati Askar di Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso pada Kamis 29 September 2022 sekitar pukul 18.20 Wita.

"Askar alias Pak Guru merupakan DPO yang terlibat dalam 10 kasus pembunuhan warga sipil," ujar Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto, saat dimintai konfirmasi, Jumat 30 September 2022.

BNPT Usulkan Repatriasi WNI yang Sempat Gabung ISIS dan Ditahan di Kamp-kamp Suriah

Didik menjelaskan, bahwa kasus kriminal yang dilakukan Askar telah terjadi 10 kali dan itu dilakukan pada 3 daerah di Sulteng. Dari catatan yang kasusnya, 10  pembunuhan tersebut terjadi dalam kurun waktu 2017 hingga 2021.

"Rentan waktunya itu sejak 2017 hingga 2021 ada 10 kasus yang terjadi di Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Mautong," ungkap Kombes Didik.

Ngeri, Slovakia Terima 1.100 Ancaman Bom dalam Sehari

Selain menembak mati Askar, Satgas Madago Raya juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata dan bom lontong.

"Ada juga 3 bom lontong, 1 pucuk revolver dan tas berisi perlengkapan yang disita," katanya.

Menurut informasi, bahwa dari hasil validasi identitas yang dilakukan kepolisian, diperoleh identitas nama Ikhwarisman alias Askar alias Jaid alias Pak Guru. Askar berasal dari Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Sebelumnya diberitakan, Satgas Madago Raya melumpuhkan satu orang anggota teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polri atas nama Askar alias Pak Guru dalam kontak tembak yang terjadi Kamis.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo membenarkan terkait penegakan hukum terhadap anggota kelompok teroris MIT Poso yang masih tersisa itu.

Berdasarkan informasi yang didapat, kontak tembak terjadi antara Satgas Madago Raya dengan satu DPO MIT Poso di KM 13 Desa Kilo, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis 29 September 2022, sekitar pukul 18.30 Wita.

Lokasi baku tembak terjadi di ketinggian 450 di bawah permukaan laut (dpl). Adanya kontak tembak ini dibenarkan Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbansops) Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar.

“Benar ada kontak tembak di Poso dengan satu DPO kelompok MIT,” kata Aswin.

Pengejaran secara intensif terhadap anggota MIT Poso yang tersisa terus dilakukan sejak Satgas Madago Raya dapat melumpuhkan Pimpinan MIT Poso Ali Kalora pada September 2021. Bahkan tahun ini, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah kembali memperpanjang Operasi Madago Raya untuk memburu satu terduga teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso.

Operasi Madago Raya Tahap II Tahun 2022 telah berakhir sejak tanggal 30 Juni 2022 sesuai dengan Surat Telegram Kapolda Sulteng Nomor STR/189/VI/OPS.1.3/2022 tanggal 27 Juni 2022.

Terhitung tanggal 1 Juni 2022 operasi memburu sisa DPO yang merupakan anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso tersebut diperpanjang sesuai dengan surat telegram Kapolda Sulteng Nomor STR/190/VI/OPS.1.3/2022.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya