Narasi TV Resmi Laporkan Peretasan ke Bareskrim, Ungkap Ada Ancaman

Peretasan.
Peretasan.
Sumber :
  • Business Live Middle East

VIVA Nasional – Redaksi Narasi TV didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia melaporkan dugaan peretasan yang menimpa mereka. 

Laporan diterima dengan Nomor: LP/B/0573/IX/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI, tanggal 30 September 2022. Selain serangan digital, Narasi TV juga mengaku dapat pesan ancaman dari pelaku. Pesan bertuliskan 'diam atau mati'.

"Ada pesan yang masuk di dalamnya (website), pesannya bisa kita baca 'diam atau mati'. Ini yang beberapa kali masuk ke dalam website klien kami. Bukan hanya masuk tapi juga ada ancaman," kata Direktur Eksekutif LBH Pers, Ade Wahyudin di Gedung Bareskrim Polri, Jumat 30 September 2022.

Baca juga: Realisasi Bansos Sembako 2022 Capai Rp 33,41 Triliun

Pelaku dilaporkan dengan Pasal 30 dan atau Pasal 32 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 18 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Untuk saat ini kita melaporkan yang peretasan website Narasi TV. Meskipun ada lebih dari 30 akun (milik awak redaksi) yang juga diretas. Tapi itu kami masih mengkaji lebih lanjut, sekaligus kami sedang memikirkan upaya hukum lebih lanjutnya," katanya.

Ketua AJI Indonesia, Sasmito Madrim menambahkan, Polri harus serius menanggapi laporan ini. Pasalnya, serangan itu dinilai sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan pers bukan Narasi TV saja.

Halaman Selanjutnya
img_title