Pasien di Bali Meninggal Usai Ditolak 2 RS, Polisi Selidiki

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto
Sumber :
  • ANTARA/Rolandus Nampu

VIVA Nasional – Kepolisian Daerah (Polda) Bali melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali menyatakan tengah menyelidiki kasus dugaan penolakan pasien oleh dua rumah sakit di Bali yakni RSUD Wangaya Denpasar dan RS Manuaba.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi melalui media penyampaian pesan WhatsApp, di Denpasar, Bali, Kamis, menyatakan laporan terhadap dua rumah sakit tersebut dilakukan oleh seorang warga bernama Kadek Suastama Mayong (46) kepada bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali.

Satake Bayu menjelaskan isi utama laporan warga Banjar Dinas Bhuanasari, Desa Kayu Putih, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tersebut adalah tentang tindakan kedua rumah sakit tersebut menolak pasien atas nama Nengah Sariani (44), sehingga menyebabkan pasien meninggal dunia.

Ilustrasi pasien

Ilustrasi pasien

Photo :
  • ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Laporan tindakan penolakan pasien oleh RSUD Wangaya dan RS Manuaba yang menyebabkan kehilangan nyawa itu terkait dengan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Satake Bayu menjelaskan pelaporan tersebut bermula saat pelapor yang juga suami korban membawa korban menuju ke RSUD Wangaya dalam keadaan sakit, dengan gejala batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

Melihat kondisi korban yang demikian, anak pengadu/pelapor mengantar korban ke RSUD Wangaya menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan pertolongan medis. Sesampainya di RSUD Wangaya, pihak RSUD Wangaya dalam hal ini dokter yang bertugas saat itu tidak melakukan tindakan pertolongan pertama terhadap korban.

Halaman Selanjutnya
img_title