Banjir Bandang di Aceh Rusak 189 Unit Rumah Warga, 2 Orang Tewas Terseret Arus

Banjir menggenangi rumah penduduk di Kota Subulussalam, Aceh, Kamis (3/10/2022).
Banjir menggenangi rumah penduduk di Kota Subulussalam, Aceh, Kamis (3/10/2022).
Sumber :
  • ANTARA/HO-BPBD Subulussalam.

VIVA Nasional – Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh mengakibatkan 189 rumah rusak, karena banjir hingga terseret arus. Dari jumlah itu 47 rumah diantaranya mengalami rusak berat.

“Dari data yang diterima sekitar 139 rusak ringan, 3 rusak sedang dan 47 rusak berat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas kepada wartawan, Kamis, 3 November 2022.

Selain itu, fasilitas publik juga ikut rusak seperti putusnya lima jembatan penghubung antar desa. Kemudian tiga tanggul jebol masing-masing di Sungai Lawe Kinga, Sungai Desa Muara Baru dan Lawe Alas.

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Rabu (2/11/2022).

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Rabu (2/11/2022).

Photo :
  • ANTARA/HO-BPBD Aceh Tenggara.

Jebolnya sungai itu membuat 32 desa dalam 9 kecamatan di Aceh Tenggara terendam banjir yang berdampak pada 1.846 orang.  “Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tenggara memicu terjadinya banjir yang menggenangi rumah-rumah warga, pajak, sekolah serta menyebabkan jebolnya beberapa tanggul dan oprit jembatan,” kata Ilyas.

Peristiwa itu juga merenggut korban jiwa, ibu dan anak meninggal dunia terseret arus banjir bandang. Korban bernama Samine (60) dan Indah (14).

Mereka sempat dinyatakan hilang saat berada di dalam rumah ketika bencana itu melanda. Namun, akhirnya keduanya ditemukan sudah tak bernyawa.

“Benar. Mereka saat itu berada dalam rumah dan terseret arus banjir,” ujar Kepala BPBD Aceh Tenggara, Nazmi Desky saat dikonfirmasi, Rabu, 2 November 2022.

Mereka ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi rumah korban setelah dilakukan pencarian oleh warga dan petugas gabungan.

Saat ini petugas masih melakukan pendataan terkait korban terdampak banjir bandang serta menurunkan alat berat untuk normalisasi sungai dan pembersihan material dari banjir bandang tersebut.

Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah pengungsi yang rumahnya rusak akibat diterjang banjir bandang. Kemudian menurunkan dua alat berat untuk melakukan normalisasi sungai Lawe Kinga dan Muara Baru.

Hingga kini di sejumlah wilayah air masih merendam pemukiman penduduk. "Kondisi terkini air masih tergenang di pemukiman masyarakat,” katanya.