Alasan Pemerintah Perpanjang PPKM: Buat Tekan Kenaikan Covid Akhir Tahun

Ilustrasi PPKM
Ilustrasi PPKM
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA Nasional – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementrian dalam Negeri, Safrizal ZA, mengatakan pemerintah pusat mengambil keputusan untuk memperpanjang PPKM sebagai bentuk langkah antisipatif pemerintah menahan laju kenaikan Covid-19 dalam menghadapi masa liburan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). 

"Hari ini kami sampaikan bahwa PPKM Jawa Bali dan Luar Jawa-Bali akan tetap diperpanjang untuk menekan laju kenaikan Covid-19. Perlu kami sampaikan bahwa perpanjangan kali ini sekaligus sebagai persiapan pemerintah dan pemerintah daerah untuk menghadapi adanya libur Natal dan Tahun Baru, sehingga kegiatan masyarakat baik di tempat ibadah maupun fasilitas umum lainnya dapat berjalan dengan baik dan tidak menjadi pusat penyebaran virus Covid-19,” ujar Safrizal melalui keterangan tertulisnya pada Selasa 6 Desember 2022.

PPKM Darurat diperpanjang dan diganti menjadi PPKM Level 4.

PPKM Darurat diperpanjang dan diganti menjadi PPKM Level 4.

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Sebagaimana diketahui, seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia saat ini masih dikategorikan berada di Level 1 berdasarkan indikator yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Dengan demikian, seluruh kegiatan dapat dilaksanakan secara normal dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan screening menggunakan aplikasi PeduliLindungi. 

“Walaupun seluruh aktivitas dapat beroperasi 100%, kami tegaskan kembali kepada setiap pengelola gedung ataupun panitia kegiatan untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, termasuk kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas di pusat perbelanjaan, hingga pada saat nonton bareng perhelatan Piala Dunia 2022,” tambah Safrizal. 

Suasana Kota Semarang saat PPKM level 1.

Suasana Kota Semarang saat PPKM level 1.

Photo :
  • tvOne/ Teguh Joko Sutrisno

Safrizal menyebutkan bahwa subvarian Omicron XBB menjadi salah satu faktor naiknya jumlah kasus aktif di Indonesia belakangan ini. Di samping itu, mulai longgarnya kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker di tempat umum, juga menjadi faktor pendorong kenaikan kasus aktif Covid-19. 

Halaman Selanjutnya
img_title