Penjelasan Kemenag soal Arab Saudi Turunkan Biaya Haji, Tapi di Indonesia Naik

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief
Sumber :
  • Dok. Istimewa

VIVA – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief meluruskan informasi yang beredar di masyarakat saat ini. Bahwa Pemerintah Arab Saudi menurunkan biaya layanan Haji 30 persen tapi Indonesia malah menaikkannya hingga Rp69 juta.

Menurut dia, layanan Haji itu atau biaya yang diperlukan biasanya sampai 1.500 real saja selama 4 sampai 5 hari yakni dari wukuf di Arofah, Muzdalifah hingga Mina. Nah, ini sudah bertahun-tahun hampir belasan tahun tidak naik.

"Tapi tahun 2022, katakanlah dari 1.500 real kemudian menjadi 5.656,80 real itu sekitar Rp22 juta untuk layanan haji orang luar negeri yang reguler, kalau khusus beda lagi harganya. Ini yang membuat Pemerintah, Kemenag, dan BPKH berpikir lebih keras karena harus memikirkan kenaikan itu," kata Hilman di Hotel Borobudur pada Selasa, 24 Januari 2023.

Sementara, kata dia, untuk orang Arab Saudi atau lokal (domestik) itu kenaikannya sekitar Rp50 juta atau sekira 12.000 hingga di atas 20.000 real. Maka dari itu, lanjut Hilman, Pemerintah Arab Saudi menurunkan biaya layanan haji untuk penduduk lokal atau domestik.

Ribuan Jemaah Haji Tawaf

Ribuan Jemaah Haji Tawaf

Photo :
  • MCH 2022/Susanto

"Kemarin ada kabar dari Arab Saudi layanan haji turun 30 persen untuk jemaah haji lokal atau domestik, karena banyak jemaah lokal tidak mampu berangkat. Orang tinggal di Mekah tapi untuk haji tidak bisa bayar, banyak. Nah turun 30 persen, tapi tidak dijelaskan komponen apa saja," jelas dia.

Seperti diketahui, Kementerian Agama mengusulkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 Masehi sebesar Rp69.193.733,60. Jumlah ini adalah 70 persen dari usulan rata-rata yang mencapai Rp98.893.909,11. Adapun 30 persen sisanya sisanya dibayarkan dari nilai manfaat dana haji.

Halaman Selanjutnya
img_title