Jejak Ferdy Sambo di Kasus Putri Kerajaan Saudi Ditipu WNI Rp 512 Miliar

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dan Brigjen Ferdy Sambo
Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dan Brigjen Ferdy Sambo
Sumber :
  • VIVA/ Ahmad Farhan Faris

Pada perjalanan kasusnya, pembangunan belum selesai sampai tahun 2018. Nilai taksir yang dihitung oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih menyebutkan, nilai bangunan villa Kama dan Amrita Tedja sesuai kondisi fisik bangunan tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Tanah dan villa tersebut awalnya akan dibalik nama atas nama perusahaan PT Eastern Kayan. Namun, hal itu tidak pernah dilakukan oleh tersangka .

Tidak sampai disitu saja, pelaku juga menawarkan sebidang tanah kepada korban seluas 1.600 M2 di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali.  

Lalu, korban mengirimkan sejumlah uang sebesar USD 500 ribu atau sebesar Rp 7.000.000.000  kepada tersangka pada Maret 2018. Akan tetapi, setelah dikonfirmasi bahwa tanah tersebut ternyata tidak pernah dijual oleh pemiliknya.

Ketika Princess Lolwah meminta agar uang tersebut dikembalikan, terlapor hanya berjanji akan mengembalikan dengan membuat surat pernyataan palsu.

Dari hasil pemeriksaan, dua pelaku yang merupakan ibu dan anak ini mengakui melakukan penipuan terhadap putri Kerajaan Arab Saudi lantaran terlilit utang dan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.  

"(Motifnya) bayar utang, buat kebutuhan sehari-hari, belanja dan lainnya. Simpel sebenarnya," kata Brigjen Pol Ferdy Sambo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Februari 2020.

Halaman Selanjutnya
img_title