Astuti Selamat dari Perdagangan Liar

Astuti di kandangnya sebelum meneruskan perjalanan ke Labanan, Berau, Kaltim
Sumber :
  • ANTARA/novi abdi

VIVA Nasional – Astuti, orang utan berusia dua tahun ini akhirnya terselamatkan. Primata itu diduga adalah korban dari perdagangan satwa liar antarpulau, atau bahkan antarnegara. Satwa ini berhasil diamankan polisi di Gorontalo ketika melakukan razia.

img_title Kuasa Hukum Bantah Febrie Adriansyah Kenal Lucy yang Disebut Tan Kian Soal Rp40 Miliar

Polisi Sektor Boalemo, Gorontalo, pada enam bulan yang lalu menghentikan sebuah mobil pickup dalam razia acak di jalan. Polisi menemukan bayi orang utan Astuti, dan menangkap pengemudi maupun keneknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari hasil pengembangan kasus, polisi juga berhasil mendapatkan sejumlah satwa lain, seperti owa-owa (Hylobates albibarbis), lutung (Trachypithecus auratus), biawak (Varanus salvator), kura-kura, dan beberapa hewan lainnya. Jumlah seluruhnya ada 58 satwa.

img_title Pelajar 14 Tahun Tewas Diduga Dipukul Balok Kayu Gara-gara Knalpot Brong di Banyumas

Bayi orang utan itu kemudian dititipkan di kandang transit Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II BKSDA Gorontalo,  untuk selanjutnya dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa  (PPS) Tasikoki di Manado.

img_title Pejabat Bank Jadi Tersangka, Diduga Terima Rp1,4 Miliar untuk Lancarkan KPR di Karawang

“Para pelaku yang tertangkap sudah dijatuhi hukuman, masing-masing pidana penjara 5 bulan dan denda  Rp15 juta,” kata  Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Askhari Masiki , di Balikpapan, Rabu (25/1). Ia  pun yakin mereka yang dihukum ini hanya kurir, sementara otak perencana dan mungkin pemodalnya masih bebas berkeliaran.

Nama Astuti

Para pengasuh di PPS Tasikoki, ketika merawat memberi nama bayi orang utan itu  Astuti. Orang utan Astuti juga menjalani tes DNA  (Deoxyribo Nucleic Acid) untuk melacak asal usulnya. Paru-paru dan organ dalam lainnya juga di-rontgen.

“Dari tes DNA kita tahu Astuti adalah morio, Pongo pygmaeus morio, orang utan Kalimantan Timur,” kata Askhari lagi.

Menurut sejumlah literatur, orang utan Kalimantan atau orang utan Borneo memiliki ukuran tubuh lebih besar ketimbang orang utan dari daerah lain di Indonesia. Rambutnya lebih pendek berwarna cokelat gelap atau kemerahan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Makanan yang dikonsumsi orang utan Kalimantan juga lebih beragam mulai dari buah-buahan, biji-bijian, pucuk daun, kulit pohon yang lunak, hingga serangga, menyesuaikan dengan habitatnya Orangutan Kalimantan sering ditemukan melakukan aktivitas di atas tanah dan pohon-pohon hutan rawa gambut.

Setelah diketahui asal Astuti, maka koordinasi dengan BKSDA Kaltim pun dimulai, dengan melibatkan Central for Orangutan Protection (COP) sebagai bagian dari putusan sidang para terdakwa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut