Miliki Basis Akar Rumput Solid, PAN Dinilai Potensial Tembus Parlemen

Ilustrasi Pemilu.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) memiliki basis massa Islam yang sanga solid di akar rumput. Kondisi demikian membuat PAN diprediksi bisa tembus melebihi angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold) di kontestasi Pemilu 2024. 

img_title PP Muhammadiyah Instruksikan Jajaran Persyarikatan Ikut Dukung Penanganan Karhutla

Hal itu dikemukakan Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Haryadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ade, PAN memiliki basis Islam yang kuat terutama dari kalangan Muhammadiyah. Faktor tersebut yang membuat PAN tak pernah absen lolos ke DPR RI.

img_title Muhammadiyah Desak Pencegahan Karhutla Diperketat, Pelaku Pembakaran Lahan Harus Bertanggung Jawab

Ilustrasi: Warga Memberikan Suara Dalam Pemilu.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

“Secara historis, keberadaan PAN tidak dapat dipungkiri memiliki hubungan yang erat dengan aspirasi politik elit Muhammadiyah,” ujar Ade dalam keterangan tertulis, Minggu, 25 Juni 2023.

img_title Satu Abad Tarjih, Muhammadiyah Bahas Fikih Lanjut Usia hingga Kedaulatan Pangan

Meski PAN memiliki basis massa Islam yang solid, namun partai berlogo matahari tersebut selalu terbuka terhadap siapa pun termasuk Nahdlatul Ulama (NU). Hal tersebut, menurut Ade, yang makin memperkuat basis PAN karena berhasil merangkul semua golongan.

“Bagi PAN, langkah ini bisa saja menjadi insentif elektoral dengan segmentasi pemilih yang lebih luas,” kata Ade.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Ade mengatakan. sebagai partai koalisi pemerintahan Presiden Jokowi dapat menguntungkan PAN. Terlebih, hubungan PAN dengan Jokowi sangat erat, hal tersebut dapat menaikkan elektoral milik PAN.

“Sebagai pendukung pemerintah, tentu saja PAN memiliki akses sumber daya politik yang lebih besar,” ujarnya.

Ilustrasi Karhutla

Muhammadiyah: Karhutla Tidak Boleh Dinormalisasi Sebagai Bencana Tahunan

Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena bisa menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut