Pneumonia Jadi Penyebab Kematian Jemaah Haji Pasca Armuzna

Petugas kesehatan merawat jemaah haji Indonesia yang sakit.
Sumber :
  • MCH 2023 | Lutfi Dwi Pujiastuti

Mekkah – Pelaksanaan puncak haji, di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) telah selesai. Namun pasca wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan lempar jumrah di Mina, kini banyak jemaah haji Indonesia tumbang diserang pneumonia. 

img_title Kemenhaj Buka Pendaftaran Petugas Haji 2027, Intip Syarat hingga Proses Seleksinya

Pasca Armuzna, jemaah haji yang dirawat di Daerah Kerja Mekkah baik di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan RS Arab Saudi terus bertambah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Per 9 Juli 2023, ada  205 jemaah haji yang dirawat  di Rumah Sakit Arab Saudi dan 180 jemaah yang dirawat di KKHI Mekkah.

img_title Pemerintah Usul Biaya Haji Naik 10-15% di 2027, Capai Rp107 Juta

"Rata-rata sakit didominasi pneumonia baik di KKHI dan RSAS," kata Kepala Bidang Kesehatan, dr M. Imran saat ditemui di KKHI Mekkah, Senin 10 Juli 2023.

Menurut dr Imran, pneumonia merupakan penyakit radang paru yang bisa menyerang siapa saja. Namun, bisa berdampak berat pada jemaah usia lanjut. Seperti diketahui, tahun ini jumlah jemaah lanjut usia atau lansia di atas 67 ribu.

img_title Eks Menag Yaqut Titip Uang USD 1 Juta ke Stafsus Buat Sogok Pansus Haji DPR

Penanganan Jemaah Haji Sakit di KKHI PPIH Mekkah

Photo :
  • Bahauddin/MCH2019

"Berdasarkan data, usia di atas 60 tahun ke atas berjumlah 90 ribu lebih, jemaah yang risti (risiko tinggi) baik karena usia lanjut atau punya penyakit bawaan jumlahnya 75 persen dari total jumlah jemaah haji yang datang," terang dr Imran. 

Pneumonia, lanjutnya, bisa juga dipicu oleh kelelahan terutama setelah fase puncak haji. Gejala diawali batuk, tapi untuk lansia dengan daya tahan tubuh yang menurun, akan sangat mudah diserang pneumonia. Namun pada lansia, biasanya gejala yang muncul justru berbeda. Gejala khasnya selain batuk dan pilek termasuk juga sesak dan demam.

"Tapi pada lansia tidak selalu muncul, keluhannya justru kurang napsu makan, batuk pilek, ini sering dianggap batuk pilek biasa," ujarnya

Untuk mencegah semakin banyaknya jemaah yang diserang pneumonia, seluruh petugas kesehatan semakin gencar menyampaikan melalui tiap-tiap kloter agar jemaah selalu menggunakan masker,  mengurangi kontak fisik seperti bersalaman, rajin mencuci tangan pakai sabun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pesan-pesan ini kita kuatkan lagi. Sekarang pneumonia berkontribusi jadi penyebab kematian paska Armuzna," kata dr Imran. 

Tingkat infeksi ini, lanjutnya, menyerang beberapa bagian organ tubuh. Pasca Armuzna peningkatan jumlah jemaah sakit meningkat karena pneumonia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut