Begini Rencana Anies Baswedan Wujudkan Ekonomi Hijau di Kalsel

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat kampanye di Kota Bandung.
Sumber :
  • Instagram @aniesbaswedan

Banjarmasin – Calon presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan akan membuat atau membangun ekonomi hijau di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsek) jika nantinya terpilih menjadi presiden di 2024 mendatang. 

Laporan TPDI soal Ketua KPU dan Komisionernya Terkait Sirekap Ditolak Bareskrim

Diketahui, di Pulau Kalimantan terdapat banyak pekerjaan pertambangan yang nantinya bakal merusak lingkungan dan hal itu bertentangan dengan gagasan ekonomi hijau yang bakal dibuat Anies Baswedan. 

Namun, Anies memiliki cara untuk mengatasi hal tersebut dengan meng-upgrade alat-alat tambang serta menciptakan metode ramah lingkungan. 

Anies dan Cak Imin Kompak Beri Selamat ke Prabowo Subianto Usai Dapat Jenderal Kehormatan

Hal tersebut disampaikan Anies Baswedan saat menghadiri acara Desak Anies di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Selasa, 5 Desember 2023.

Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan dalam kegiatan Kongres Pemuda Perubahan di Jakarta, Rabu, 29 November 2023.

Photo :
  • ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Anies Baswedan Sebut Tinggal Tunggu Waktu Jusuf Kalla dan Megawati Ketemu

"Kami mendorong bukan hanya sekedar diberikan kepada perusahaan keputusannya, tapi itu kebijakan negara mengharuskan adanya metode terbaru yang ramah lingkungan dan alat-alat baru yang ramah lingkungan sehingga kegiatannya bisa ramah lingkungan," kata Anies Baswedan.

Anies pun menyinggung soal alat-alat berat yang digunakan dalam pertambangan di Indonesia belum di-upgrade. Padahal, menurut Anies, memperbaharui alat-alat produksi menjadi hal penting.

"Jadi ilmu pengetahuan itu berkembang sangat pesat dan perkembangan ilmu pengetahuan ini harus kita manfaatkan. Tetapi di dalam alat produksi ekonomi kita enggak lakukan update, kita enggak upgrade. kenapa? Karena untuk ekonomi itu ongkos upgrading tidak murah," kata Anies. 

"Jadi banyak yang merasa tidak diwajibkan oleh pemerintah, maka tidak melalukan upgrading atas teknologi yang digunakan, termasuk di pertambangan," ujarnya menambahkan..

Anies pun menyebutkan, sudah ada gerakan yang ingin alat-alat produksi tambang menjadi ramah lingkungan. Namun, Indonesia belum melakukan upgrade alat tambang sehingga masyarakat belum merasakan efek ramah lingkungan tersebut.

"Di dunia pertambangan sedunia hari ini sudah ada gerakan untuk membuat pertambangan lebih ramah lingkungan. Pendekatannya banyak yang baru, sayangnya di kita banyak yang belum mau melalukan upgrading. Efeknya apa? Efeknya seperti apa yang dirasakan masyarakat hari ini. Kenapa? Karena belum melalukan upgrading atas teknologi, kedua belum melakukan upgrading atas metode," kata Anies.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya