Protes Jalan Rusak dan Berlumpur, Warga Tanam Pohon Pisang

Protes jalan rusak, warga tanam pohon pisang
Sumber :
  • tvOne/Opi Riharjo

Indramayu – Puluhan warga Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu Jawa Barat menggelar aksi tanam pisang di jalan raya. Aksi penanaman pohon pisang di jalan berlubang tersebut merupakan bentuk kekesalan warga atas jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Indramayu.

img_title Sentra Layanan Mikro di Jakarta Bakal Diperluas, Pedagang Kecil Jadi Sasaran Utama

Sejumlah warga juga tampak membantu mengatur lalu lintas di jalan yang berlubang dan berlumpur. Aksi ini merupakan puncak kekecewaan warga, karena jalan yang menghubungkan antar kecamatan kondisinya sangat memprihatinkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi jalan raya sepanjang dua kilometer lebih itu berlubang dan rusak parah. Jalan rusak itu kerap menimbulkan kecelakaan lantaranwarga menghindari jalanan yang berlubang, sehingga ada yang bertabrakan dengan pengendara dari arah berlawanan. Warga mengaku geram karena tidak adanya perbaikan jalan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu.

img_title Gugatan Warga Korban Karhutla Ditolak MK, Ini Alasan Hakim

Protes jalan rusak, warga tanam pohon pisang

Photo :
  • tvOne/Opi Riharjo

Akhirnya, lubang berdiameter cukup besar itu ditanami pohon pisang oleh sejumlah warga. Menurut Wandi, salah satu warga, terdapat sekitar 2 Kilometer jalan rusak di Desa Panyindangan Kulon tersebut.

img_title Heboh! Cuma karena Beda Pilihan di Pilkades, Makam 41 Tahun di Bekasi Sampai Dipindahkan

"Panjangnya kalau dari sini sampai Desa Rambatan itu sekitar ada 2 Km, kondisi jalannya seperti ini semua, ada yang enak cuma beberapa meter, tapi kebanyakan jalannya itu kayak gini semua. Hancur, pada bergelombang, apalagi kalau cuacanya hujan kasian orang-orang yang lewat," ungkapnya kepada tvOnenews dikutip, Senin, 18 Maret 2024.

Protes jalan rusak, warga tanam pohon pisang

Photo :
  • tvOne/Opi Riharjo

Wandi mengatakan, jalan rusak itu sudah terjadi selama 10 tahun lebih, bahkan tidak ada perbaikan dari Pemerintah setempat.

"Ini udah lama, 10 tahun lebih enggak disentuh-sentuh, enggak diberes sama sekali enggak ada perbaikan, waktu di-hotmix udah lama, udah hampir 15 tahun, setelah di-hotmix ke sininya enggak ada renovasi, enggak ada perbaikan lagi, terbengkalai seperti jalan-jalan jaman dahulu aja," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat dari jalan rusak tersebut, Wandi menjelaskan, tidak sedikit warga yang mengalami kecelakaan, bahkan ada juga warga yang terjatuh dari kendaraannya akibat menghindar dari jalan rusak tersebut.

"Di sini sering terjadi kecelakaan, bahkan sering kalau malam ada yang jatuh, ada yang tabrakan karena kondisi jalannya begini, apalagi cuacanya lagi ekstrim hujan, sering ada orang yang tabrakan dan ada orang jatuh. Kalau hujan tergenang sekitar selutut orang dewasa, rawan sekali," jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut