Massa Aksi Robohkan Pagar Gerbang Pancasila DPR RI

Sumber :
  • VIVA.co.id/Edwin Firdaus

Jakarta, VIVA- Massa aksi unjuk rasa yang menolak revisi UU Pilkada merobohkan gerbang bagian belakang Gedung DPR/MPR di Jalan Gelora, Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2024. 

img_title Bukan Cuma Diproses Hukum, 20 Perusahaan Tersangka Karhutla Diminta Ganti Rugi

Massa aksi menggunakan sejumlah tali tambang yang diikat di pagar gerbang bernama Gerbang Pancasila tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekitar pukul 15.00. WIB tampak gerbang di bagian belakang Gedung MPR/DPR/DPD tersebut sudah roboh oleh massa aksi.

img_title Buntut Pembalut Kena PPN, Seorang Perempuan Gugat UU Pajak ke MK Menuntut Keadilan

Demo Darurat Indonesia di Depan DPR RI

Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Aparat kepolisian berpakaian tameng lengkap serta pelindung badan pun bersiaga dengan pengamanan tiga lapis. Begitu pula, dengan mobil barakuda yang disiagakan.

img_title Ribuan Gen Z di Jerman Demo Gara-gara Rencana Wajib Militer, Kerusuhan Pecah di 3 Kota hingga 200 Orang Ditangkap Polisi

Berdasarkan pantauan, tampak botol-botol plastik minuman kemasan berserakan di depan pagar yang dilemparkan oleh massa aksi.

Tampak bendera Universitas Trisakti, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan bendera merah putih berkibar di antara kerumunan massa aksi.

Sementara itu, massa aksi bersama-sama meneriakkan Sumpah Pemuda sembari mengepalkan tangan. Tampak pula flare berwarna hijau ditembakkan di antara massa aksi mahasiswa tersebut.

Selain menolak RUU Pilkada, massa aksi juga terdengar menyampaikan penolakan terhadap revisi UU TNI dan UU Polri yang bergulir di DPR. 

Diketahui, DPR memutuskan menunda rapat paripurna pengesahan revisi UU Pilkada. Hal ini lantaran paripurna tidak memenuhi kuorum. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, sejumlah kelompok mahasiswa dan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR. Mereka menolak pengesahan revisi UU Pilkada karena dinilai tidak sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Terdapat sekitar 2.975 personel gabungan yang disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di dua kawasan, yakni Gedung MK dan MPR/DPR. Jumlah personel tersebut terdiri dari satuan tugas daerah (Satgasda) sebanyak 1.881 personel, satuan tugas resor (Satgasres) sebanyak 210 personel, bawah kendali operasi (BKO) TNI dan pemerintah daerah sebanyak 884 personel.

DPR bertemu Presiden Prabowo membahas penguatan tata kelola data setelah pengesahan UU SDI.

Hasil Pertemuan DPR dan Prabowo soal Penguatan Tata Kelola Data Usai UU SDI Disahkan, Ini Arahan Presiden

DPR bertemu Presiden Prabowo membahas penguatan tata kelola data nasional usai UU Satu Data Indonesia disahkan, termasuk integrasi data, penyaluran bansos, dan keamanan.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut