Kemenag Libatkan 37 Ribu Lebih Pekerja Lokal dalam Program BKBA Madrasah

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Abu Rokhmad
Sumber :
  • Istimewa

Jakarat, VIVA – Sebanyak lebih 37 ribu pekerja lokal dari berbagai daerah di Indonesia telah dilibatkan dalam proyek Bantuan Kinerja dan Bantuan Afirmasi (BKBA) Madrasah, Program Reformasi Pendidikan Madrasah atau Realizing Education’s Promise - Madrasah Education Quality Reform (REP MEQR) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) RI, selama tahun 2024. 

img_title Wamenag sebut Pencegahan Budaya LGBTQ Masuk Kurikulum Tahun Ajaran 2027

Keterlibatan para pekerja dalam proyek tersebut tidak hanya membantu kualitas pendidikan Indonesia semakin baik, tetapi memberikan dampak nyata terhadap perekonomian warga yang ada di sekitar madrasah secara signifikan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, melaporkan hingga 2024 Kemenag telah menyalurkan Bantuan Kinerja dan Bantuan Afirmasi (BKBA) Madrasah kepada 8.092 madrasah. Setidaknya ada 37.653 pekerja yang dilibatkan oleh Kemenag dalam program BKBA tersebut.

img_title Hasto Ungkap Marhaenisme Relevan untuk Gen Z, Soroti Pendidikan Anak Miskin hingga Subsidi Tepat Sasaran

Adapun rinciannya yakni 33 madrasah piloting dengan melibatkan 165 pekerja. Kemudian, sebanyak 2.302 madrasah penerima BKBA dengan melibatkan 11.510 pekerja. Selanjutnya, ada 3.177 pekerja di tahap ke-2 dengan 13.895 pekerja lokal. 

Berikutnya, untuk BKBA tahap 3 sebanyak 2.516 madrasah dengan 11.714 pekerja lokal. Lalu, 64 madrasah terdampak bencara di Cianjur dengan keterlibatan pekerja lokal sebanyak 369 orang. 

img_title Sambut Hari Toleransi Sedunia, Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan Lintas Agama

“Kami melihat proyek ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Indonesia. Dengan melibatkan ribuan pekerja, kami tidak hanya memperbaiki infrastruktur pendidikan, tetapi juga membantu menggerakkan roda ekonomi di daerah-daerah madrasah penerima bantuan,” kata Abu Rokhmad, Senin 30 September 2024.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Abu Rokhmad

Photo :
  • Kemenag

Abu Rokhmad merinci, keterlibatan para pekerja itu meliputi sektor konstruksi, pelatih guru, ahli teknologi informasi, hingga konsultan pendidikan. Dengan adanya pelibatan itu, ekosistem pendidikan di madrasah diharapkan menjadi lebih maju dan modern.

Pengelolaan Proyek Inklusif dan Berkelanjutan

Sementara itu, Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI, M Sidik Sisdiyanto, mengatakan keterlibatan lebih dari 37 ribu pekerja menunjukkan betapa luas dan inklusifnya cakupan proyek ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami mengelola tim dari berbagai disiplin ilmu untuk memastikan bahwa madrasah penerima bantuan mendapat dukungan sesuai kebutuhan mereka, baik fisik maupun non-fisik,” ujarnya. 

Menurut Sidik, proyek BKBA juga dikelola secara berkelanjutan dengan evaluasi berkala untuk memastikan dampaknya tidak hanya pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga kompetensi sumber daya manusia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut