Berbagi Setetes Darah demi Kehidupan
- Dok. Relawan Setetes Darah
Polewali Mandar, VIVA – Waktu menunjukkan hampir tengah malam. Pria itu bersiap hendak tidur. Tiba-tiba, telepon selulernya berdering. Dia langsung mengangkat handphone tersebut.
Sejurus kemudian, dia bergegas keluar rumah. Dengan menunggang sepeda motor, dia langsung tancap gas. Langit gelap tak membuat dia gentar. Dingin angin tak mampu mengadang. Dia terus bergerak menembus malam.
Adalah Tri Sutrisno, pria tersebut. Malam itu, warga Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) ini mendapat telepon darurat. Seorang teman mengabarkan bahwa ada seorang ibu yang akan melahirkan dengan cara sesar membutuhkan transfusi darah AB.Â
Tri yang memiliki golongan darah AB spontan menyanggupi untuk membantu ibu tersebut. Dia pun segera berangkat ke kantor Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Polewari Mandar, Sulawesi Barat. Tiba di sana, pria 33 tahun ini langsung cek kesehatan. Setelah dinyatakan sehat, dia lantas mendonorkan darahnya. "Alhamdulillah, ibu dan bayinya selamat, " ujar Tri saat dihubungi VIVA, Senin, 4 November 2024.
Ketua Relawan Setetes Darah Tri Sutrisno tengah donor darah di Polewali Mandar, Sulbar.
- Dok. Relawan Setetes Darah
Hingga kini, kejadian empat tahun lalu itu masih melekat dalam benak Tri. "Dari momen ini, saya berpikir bahwa kehidupan kita sangat dibutuhkan kehidupan yang baru, " katanya.
Bagi Tri, aktivitas mendonorkan darah tersebut bukan yang pertama. Sejak kuliah, dia telah menjadi pendonor darah aktif. Dia merasa sangat bahagia ketika dapat membantu sesama manusia, terutama para pasien yang tengah membutuhkan darah.Â
Tri prihatin jika melihat para pasien yang kesulitan mendapatkan pendonor darah. Keprihatinan itu juga yang mendorong dia dan rekan-rekannya mendirikan komunitas Relawan Setetes Darah. "Kami prihatin melihat kondisi kesulitan pasien mendapatkan pendonor darah ketika stok darah di UTD PMI terbatas. Sehingga kami berinisiatif untuk membentuk suatu kelembagaan yang membantu keluarga atau pasien untuk mencari pendonor, " ujarnya.
Berdiri pada 3 Mei 2018, komunitas Relawan Setetes Darah diinisiasi oleh Tri dan lima rekannya. Pembentukan komunitas dilakukan di sebuah tempat di sekitar Alun-alun Kota Polewali Mandar. Komunitas ini, kata Tri, tidak dinaungi lembaga atau yayasan tertentu.
Struktur komunitas terdiri dari ketua, wakil ketua, koordinator yang membidangi sosialisasi, database dan keanggotaan. Saat ini, terdapat 7 orang pengurus. Tri sendiri didapuk sebagai ketua.Â