Gibran Curhat Pernah Surati Mendikbud Nadiem soal Zonasi Tapi Dicuekin

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
Sumber :
  • Kemendikbud

Jakarta, VIVA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bercerita pernah menyurati Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Presiden Jokowi pada saat masih menjabat Wali Kota Solo, namun hingga akhir dia menjabat tak kunjung mendapat respons.

img_title Denny Indrayana Komentari Nilai Bahasa Inggris Gibran: E8 Itu Apa? Tidak Lulus

Gibran menyampaikan curhatan tersebut saat memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Senin, 11 November 2024. Gibran mengaku menyurati Mendikbud terkait berbagai permasalahan dalam dunia pendidikan yang dia alami selama memimpin Kota Solo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini adalah surat yang saya kirim waktu saya masih jadi wali kota. Saya kirim surat ini ke Pak Menteri Pendidikan, namun kemarin saya cek ke Pak Sekda dan Kepala Dinas yang ada di Solo surat ini belum mendapat tanggapan," kata Gibran sembari menampilkan surat yang pernah dikirimkan tersebut melalui layar.

img_title Soal Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran, Golkar Belum Ikuti Jejak PDIP-Demokrat, Masih Tunggu Arahan Bahlil

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menampilkan suratnya ke Mendikbud

Photo :
  • Antara

Wapres mengatakan dalam surat tersebut, dirinya mengungkapkan berbagai permasalahan terkait pendidikan, mulai dari kebijakan zonasi, program Merdeka Belajar, pengawasan sekolah, hingga ujian nasional. Namun, surat tersebut tidak mendapat tanggapan hingga saat ini.

img_title Demokrat Patahkan Tudingan PSI soal AHY Incar Posisi Gibran: Kemukakan Saja!

Gibran lalu memberikan apresiasi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti yang dinilai lebih responsif dalam menangani permasalahan-permasalahan tersebut.

"Tapi Pak Menteri yang sekarang beda. Kemarin pulang dari Akmil kita langsung koordinasi dan kita langsung klik untuk masalah zonasi ini," kata Wapres.

Dalam arahannya, Wapres menyampaikan bahwa program zonasi memiliki tujuan yang baik, namun terdapat sejumlah kendala yang dihadapi, salah satunya jumlah guru yang belum merata di sejumlah daerah.

"Jadi, bapak ibu, zonasi ini program yang baik, tapi silakan nanti bapak ibu selama rakor mungkin bisa memberi masukan, karena jumlah guru kita itu belum merata," ujar Gibran

Gibran mengatakan meski program zonasi memiliki tujuan yang baik, terdapat tantangan berupa belum meratanya jumlah guru di sejumlah wilayah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa daerah mengalami kelebihan guru, sementara daerah yang lain mengalami kekurangan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk diselesaikan.

"Jadi, zonasi sekali lagi ini program yang baik, tapi mungkin belum bisa diterapkan di semua wilayah," ucap Wapres.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut