DPD: Perlu Pengawasan untuk Implementasi Program Prabowo Sejahterakan Guru Tepat Sasaran

Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA - Anggota DPD RI, Filep Wamafma mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memprioritaskan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, untuk memajukan sektor pendidikan. Menurut dia, langkah Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan guru sebagai pilar penentu kualitas pendidikan di Indonesia.

img_title Prabowo Pasang Target Sampah RI Tuntas 2028, Danantara Mulai Tender Teknologi Pengolahan

“Kami apresiasi dan mendukung kebijakan ini sepenuhnya. Guru-guru di Indonesia sangat perlu diperhatikan melalui keberpihakan kebijakan dari pemerintah,” kata Filep melalui keterangannya pada Minggu, 1 Desember 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden RI, Prabowo Subianto

Photo :
  • Sekretariat Presiden

img_title Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang, Pertemuan Berlangsung Tertutup

Diketahui, alokasi anggaran kesejahteraan guru akan meningkat dalam APBN 2025 menjadi Rp81,6 triliun, naik Rp16,7 triliun dibanding tahun sebelumnya. Menurut Filep, prioritas APBN untuk pendidikan ini memang sangat penting. Tetapi, kata dia, pengawasan itu jauh lebih penting agar implementasi di lapangan tepat sasaran.

“Prioritas APBN untuk pendidikan ini sangat penting. Namun, lebih penting lagi kita semua harus mengawal implementasi kebijakan tersebut agar tepat sasaran di lapangan,” ujar Ketua Komite II DPD RI yang membidangi pendidikan ini.

img_title Prabowo Bakal Bertemu Menlu Singapura Sore Ini, Asap Karhutla hingga Ekspor Gas Jadi Sorotan

Selain itu, Filep juga mendukung kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) pendidik, seperti menambah kuota sertifikasi dan pelatihan sebagai upaya menciptakan guru berkualitas.

Pada 2025, kata dia, pemerintah menargetkan sebanyak 1.932.666 guru akan bersertifikat pendidik. Menurut dia, angka ini mengalami peningkatan 650 guru dibanding 2024. Lalu, sebanyak 806.486 guru ASN dan guru non-ASN dengan kualifikasi pendidikan D4 atau S1 itu ditargetkan akan mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Kita juga mencatat rencana pemerintah menyediakan bantuan pendidikan bagi 249.623 guru yang belum memiliki gelar D4 atau S1. Bantuan ini penting agar guru-guru kita dapat meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka. Karena jika kita melihat data pendidikan, semakin tinggi jenjang sekolah, semakin sedikit jumlah guru,” jelas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun, persentase guru yang memenuhi kualifikasi akademik minimal S1/D4 sebesar 97,33%, mengalami peningkatan sebesar 0,38% poin dibandingkan dengan tahun ajaran 2022/2023, sekitar 96,95%. 

“Jika dilihat dari masing-masing jenjang, persentase guru yang memenuhi kualifikasi akademik minimal S1/D4, pada jenjang pendidikan SD dan SMP meningkat dari tahun sebelumnya. Hal sebaliknya terjadi pada jenjang SMA dan SMK, di mana guru yang memenuhi kualifikasi akademik minimal S1/D4 mengalami penurunan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut