Tiga Tewas, Rusia Kirim Teknisi Sukhoi Baru

Pesawat tempur jenis Sukhoi TNI AU
Pesawat tempur jenis Sukhoi TNI AU
Sumber :
  • Lanud Halim Perdanakusumah

VIVAnews - Rusia mengirimkan pengganti teknisi tim penjamin (warranty) yang tewas karena keracunan minuman yang mengandung metanol, Senin lalu. Ketiga orang tersebut tiba bersamaan dengan pesawat pesanan TNI ke-10.

Kedatangan tiga pengganti tersebut disambut oleh Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama (Marsma) TNI Agus Supriatna, Kamis 16 September 2010. “Jumlah formasi tim warranty sebelumnya telah lengkap dengan hadirnya tiga orang tersebut,” kata Marsma Agus Supriatna kepada wartawan.

Dengan kedatangan tiga orang tersebut, maka tim warranty kembali utuh menjadi 12 orang. Pengiriman itu sendiri merupakan kewajiban Rusia kepada negara pembeli.

Namun saat ditanya identitas ketiganya, Marsma Agus Supriatna enggan berkomentar banyak. Yang pasti, Marsma Agus menjamin, ketiga teknisi yang baru siap bekerja maksimal. Bahkan pihak Rusia dan Indonesia sudah sepakat agar kejadian Senin lalu tidak tidak terjadi lagi.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Marsma Agus akan memperketat aturan serta merazia seluruh barang bawaan teknisi Sukhoi.  Aturan ini wajib dipenuhi oleh Rusia sebagai pihak penjual.

Sebelumnya Alexander, Voronig, dan Victor Savanoc meninggal dalam satu hari karena keracunan metanol atau spiritus. Agus menilai tiga teknisi itu telah melanggar sejumlah pasal perjanjian terkait jual beli pesawat Sukhoi. Aturan itu tentang perilaku serta norma yang harus dipatuhi seluruh teknisi Sukhoi selama berada di Indonesia.

Dalam poin perjanjian itu, tambah Agus, terdapat aturan mengenai larangan penggunaan narkoba, senjata tajam, senjata api, serta minuman keras. Untuk itu, Lanud Hasanuddin akan mengambil langkah tegas dengan memulangkan seluruh teknisi pesawat tempur yang terbukti mengkomsumsi alkohol serta minuman sejenisnya. (Laporan: Rahmat Zeena/Makassar | kd)