Kasus DWP, 2 Polisi Disidang Propam Lagi Hari Ini

Ilustrasi Polri.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA - Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap anggota polisi yang melakukan pemerasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia saat menonton Konser Djakarta Warehouse Project (DWP), kembali digelar, hari ini.

img_title Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Presiden

Ada dua anggota polisi yang kembali menjalani persidangan. Hal itu diungkap Komisioner Kompolnas, Muhammad Choirul Anam. Mereka adalah Brigadir Dwi Wicaksono dan Bripka Ready Pratama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada dua terduga pelanggar (jalani sidang hari ini)," kata dia, Selasa, 7 Januari 2025.

img_title Geram Prabowo Disadap, Anggota Wantimpres Minta Listyo Sigit Disipilkan Dulu: Presiden Ditusuk dari Belakang!

Komisoner Komnas HAM, M Choirul Anam

Photo :
  • VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham

Brigadir Dwi Wicaksono sebelumnya menjabat sebagai Bintara Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Bripka Ready Pratama, pun menjabat sebagai Bintara Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Mereka kini telah dimutasi jadi Bintara Yanma (pelayanan markas) Polda Metro Jaya.

img_title Tak Hanya Bocorkan Tabiat Listyo Sigit, Oegroseno Desak Polri Ungkap Orang yang Perintahkan Eks Kapolri

Diketahui, kasus pemerasan terhadap warga Malaysia terungkap setelah Divisi Humas Polri melalui Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengumumkan ada 18 anggota polisi dari berbagai kesatuan telah diamankan.

“Jumlah terduga oknum yang diamankan sebanyak 18 personel. Mereka berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran,” kata Trunoyudo dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 21 Desember 2024.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko

Photo :
  • dok Polri

Menurut dia, para personel tersebut sudah diperiksa Propam Polri untuk memastikan adanya pelanggaran etik atau hukum yang dilakukan selama menjalankan tugas.

Trunoyudo menegaskan Polri akan bertindak tegas terhadap siapa pun anggota yang mencoreng nama baik institusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami memastikan bahwa Polri tidak mentolerir pelanggaran apapun yang dilakukan oleh personel kami. Investigasi dilakukan secara profesional, transparan, dan tuntas,” katanya.

Konferensi pers Mabes Polri soal Penetapan Tersangka Baru Penyadapan Presiden Prabowo

Tak Main-main Usut Kasus Penyadapan Presiden, Polri Bentuk Tim Khusus

Tak main-main usut kasus penyadapan illegal Presiden Prabowo Subianto. Kini Polri bentuk tim khusus untuk mengusut dan mendalami berbagai informasi serta isu

img_title
VIVA.co.id
6 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut