Peradi: Banyak Calon Advokat Lebih Percaya Pengurus Otto yang Sah

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPN) Peradi, Prof. Dr. Otto Hasibuan 
Sumber :
  • VIVA.co.id/Maha Liarosh (Bali)

Jakarta, VIVA - Ketua DPC Peradi Jakarta Barat, Suhendra Asido Hutabarat menyebut Kepengurusan Peradi Otto Hasibuan diakui keabsahaannya, salah satu buktinya yaitu tingginya jumlah peserta yang mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di DPC Peradi Jakarta Barat.

img_title Meski Botok Sumpah Pocong, MA Tak Toleransi Intimidasi Pentolan AMPB ke Hakim PN Pati: Bakal Diproses Hukum!

Kata dia, DPC Peradi Jakarta Barat mengadakan PKPA Angkatan V hasil kerja sama dengan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) yang diikuti oleh 218 peserta. Menurut dia, jumlah peserta PKPA Peradi Jakbar selalu di atas 200 peserta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini menunjukkan animo dan atensi dari calon-calon advokat bahwa mereka tetap percaya, satu-satunya organisasi advokat yang sah dan legal secara UU Advokat adalah Peradi di bawah kepemimpinan Prof. Otto Hasibuan,” kata Asido melalui keterangannya pada Sabtu, 11 Januari 2025.

img_title Pemakzulan Bupati Gowa Husniah Talenrang Dikabulkan MA, Wakil DPRD Berkomentar

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPN) Peradi, Prof. Dr. Otto Hasibuan 

Photo :
  • VIVA.co.id/Maha Liarosh (Bali)

Asido mengatakan para calon advokat sudah tepat memilih PKPA Peradi di bawah Ketua Umum Otto, termasuk PKPA yang digelar DPC Peradi Jakarta Barat. Tentunya, Asido menekankan pihaknya akan tetap menjaga kualitas PKPA demi melahirkan calon advokat handal, profesional, berkualitas dan integritas.

img_title Destry Damayanti Siapkan Strategi 3I Plus S Usai Resmi Pimpin BI, Apa Itu?

“Jadi ini benar-benar dapat dipahami bahwa para calon advokat ini mengetahui di mana tempat untuk mengambil PKPA yang benar, ya organisasi advokat yang benar,” jelas dia.

Di samping itu, Asido menjelaskan penyelenggaraan PKPA ini untuk menjawab adanya klaim dari kubu Luhut Pangaribuan bahwa Peradi Rumah Advokat Bersama (RAB) sebagai pengurus yang sah. Tetapi, kata dia, ternyata klaim tersebut tidak berpengaruh.

?“Itu tidak berpengaruh. Saya selalu mengatakan ibarat satu kereta yang melaju, dari awal Peradi didirikan sampai dengan saat ini yang relnya itu ya kita ini [Peradi],” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, Asido kembali mengulas adanya kubu yang mengklaim sebagai Peradi ini bermula dari musyawarah nasional (Munas) ?Peradi di Makassar, Sulawesi Selatan. Saat itu, Munas ditunda karena ricuh. Tiba-tiba, dua kelompok advokat menyatakan diri sebagai pengurus Peradi.

Selanjutnya, Peradi yang sah menggelar Munas di Pek?anbaru. Hasilnya, Fauzie Yusuf Hasibuan dan Thomas Tampubolon terpilih sebagai ketua umum dan sekretaris. Setelah itu, Otto Hasibuan dan Hermansyah Dulaimi terpilih sebagai ketua umum dan sekretaris jenderal dalam Munas Peradi di Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut