Terdampak Efisiensi, Mendikdasmen Pastikan Program PIP Tetap Jalan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam rapat bersama Komisi X DPR RI
Sumber :
  • TVR Parlemen

Jakarta, VIVA – Di tengah maraknya isu efiensi dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas pendidikan nasional.

img_title Mempersiapkan Generasi Penerus Bangsa Lewat Pendidikan, Karakter, dan Pengabdian

Kemendikdasmen juga berjanji untuk mengutamakan program-program prioritas pendidikan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi siswa sekolah dasar, siswa SD, murid sekolah dasar, murid SD

Photo :
  • Antara

img_title DPR: Gen Z Tidak Hanya Wajib Bayar Pajak, tapi Berhak Awasi Penggunaannya

Selain itu, penyediaan bantuan sosial melalui Program Indonesia pintar (PIP) untuk jenjang SD/SMP/SMA/SMK, dan penyediaan berbagai tunjangan guru non-ASN, baik untuk guru negeri dan swasta tetap dipenuhi dalam anggaran Kemendikdasmen Tahun Anggaran (TA) 2025. 

Gaji dan tunjangan untuk pegawai Kemendikdasmen pun dipastikan disediakan secara penuh. Begitu pun dengan kegiatan pendidikan profesi guru (PPG) akan tetap dilaksanakan sesuai rencana pada tahun anggaran 2025.

img_title Denny Indrayana Cs Bakal Sambangi DPR hingga Parpol, Bahas Pemakzulan Gibran

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti dalam Rapat Kerja Mendikdasmen bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), di Jakarta, pada Rabu lalu, 12 Februari 2025.

Diketahui, Kemendikdasmen melakukan penyesuaian anggaran dari Rp 33,5 triliun menjadi Rp26,27 triliun, yang sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD.

Mendikdasmen menambahkan anggaran hasil efisiensi masih dimungkinkan untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut untuk penggunaannya.

“Langkah ini tetap memperhatikan keberlanjutan program pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik,” ujar Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen menjelaskan, efisiensi operasional dilakukan tanpa mengganggu layanan pada unit utama dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah.

Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk program prioritas seperti peningkatan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan siap kerja, perlindungan dan pengembangan bahasa daerah agar tetap lestari, akreditasi sekolah guna menjamin mutu pendidikan, serta pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan diselenggarakan pada November 2025.

Pemerintah juga tetap berfokus pada pembangunan dan revitalisasi sekolah di mana pengalihan anggaran masih menunggu penyelesaian Inpres.

ilustrasi anak sekolah

Photo :
  • Adi Suparman

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengapresiasi upaya Kemendikdasmen dalam memperjuangkan anggaran pendidikan guna menjaga keberlangsungan program prioritas.

"Tadi dijelaskan bahwa belanja ASN diselamatkan, Bansos termasuk PIP bisa diselamatkan dari pemotongan, kontrak dan belanja barang yang sudah berjalan dipastikan bisa berlanjut. Program Prioritas Presiden sudah dialokasikan,” ucapnya lega. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut