Teori Denny JA Melengkapi Sosiologi Agama

Denny JA
Sumber :
  • Istimewa

“Pemuka agama tetap memiliki tempat dalam membimbing komunitas, tetapi kini bukan lagi satu-satunya sumber rujukan,” tambah Anick.

img_title Indonesia Jadi Founding Member WAICO, Momentum Kesiapan Industri AI Dalam Negeri

Namun, dengan terbukanya akses ini, muncul tantangan besar bagi komunitas keagamaan yakni bagaimana AI dapat digunakan secara bertanggung jawab dalam konteks keagamaan, dan bagaimana memastikan bahwa keterbukaan informasi tidak mengarah pada disinformasi atau penyederhanaan pemahaman agama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Denny JA juga menyoroti agama sebagai tradisi kultural yang terus berkembang.

img_title Indonesia Gabung Organisasi Global Bidang AI yang Diinisiasi China

“Natal, misalnya, kini dirayakan tidak hanya oleh umat Kristiani, tetapi juga sebagai festival budaya di berbagai belahan dunia. Yoga, yang berasal dari tradisi Hindu, kini menjadi bagian dari gaya hidup global,” jelas Anick.

Dalam konteks ini, AI membuka peluang eksplorasi lintas budaya dan refleksi terhadap nilai-nilai agama. Namun, ada pertanyaan kritis apakah keterbukaan ini memperkaya pemahaman agama, atau justru membuatnya lebih individualistik, dan apakah AI dapat menjaga substansi spiritualitas manusia, atau hanya mengubahnya menjadi sekadar konsumsi informasi digital 

img_title Buku Puisi Esai Denny JA Diterjemahkan 35 Bahasa

Dampak AI terhadap agama sudah terjadi saat ini. Beberapa contoh konkret yaitu chatbot AI untuk tafsir agama. Di Arab Saudi, AI mulai digunakan untuk menjawab pertanyaan seputar Islam berdasarkan kitab-kitab klasik.

AI juga menjadi penerjemahan kitab suci. Teknologi ini memungkinkan akses lebih luas ke teks keagamaan dalam berbagai bahasa, mempercepat penyebaran pemahaman agama secara global.

Asisten AI juga untuk ritual keagamaan. Di Jepang, beberapa kuil Buddha menggunakan robot untuk membacakan doa bagi para jamaah.

AI dalam prediksi tren keagamaan yaitu Algoritma AI mulai digunakan untuk menganalisis pola perubahan keyakinan dan praktik spiritual dalam masyarakat global.

Teori Denny JA melengkapi sosiologi agama klasik dengan memberikan perspektif baru mengenai agama di era AI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teknologi tidak akan menggantikan esensi pengalaman spiritual, tetapi akan mengubah cara manusia berinteraksi dengan agama dan mencari makna hidup.

“AI mengubah posisi otoritas agama, tetapi tidak menggantikan pengalaman spiritual. Agama akan bertahan, beradaptasi, dan menemukan cara baru untuk memberikan makna bagi kehidupan manusia,” kata Anick.

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

AI Bisa Bunuh Miliaran Manusia, Begini Skenario Cara Kerjanya

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan disebut bisa menyebabkan kematian miliaran orang di dunia. Seperti apa atau bagaimana cara kerja AI membunuh manusia?

img_title
VIVA.co.id
27 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut