Menag Nasaruddin Kenalkan 8 Program Prioritas, Ada Sukses Haji

Menteri Agama Nasaruddin Umar Saat Konferensi Pers Asta Protas (Doc: Natania Longdong)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Kemenag juga akan mengintensifkan diklat berbasis kesadaran lingkungan secara kolaboratif, melibatkan tokoh agama dan masyarakat.

img_title Kemenhaj Persiapkan Seleksi 75 Ribu Petugas Haji 2027, Ini Persiapannya

3. Layanan Keagamaan Berdampak

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemenag harus hadir di setiap problem keagamaan umat. Relevansi program menjadi penting agar ada dampak yang dirasakan langsung.

img_title Tito Ajak Pemda Dukung Pembenahan Keberangkatan Haji dan Umrah, Mendagri Singgung Celah Kecurangan hingga Tarif

Hal ini antara lain akan kita lakukan melalui penguatan Bimbingan Perkawinan, Pengarusutamaan Keluarga Maslahat, Pembangunan KUA Inklusif dan ramah.

"Kita juga akan lakukan penguatan layanan keagamaan di wilayah 3T. Kemenag juga akan siapkan bantuan kitab suci dan bahan bacaan keagamaan ramah difabel untuk menguatkan literasi keagamaan umat," katanya.

img_title Baru 54 Persen dari 210 Ponpes di di Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur Punya Akses Air Bersih Layak

4. Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah dan Terintegrasi

Bagian tugas Kemenag adalah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemenag bersyukur lembaga pendidikan agama dan keagamaan makin kompetitif.

"Ke depan kita akan kembangkan agar lebih unggul lagi, terintegrasi dalam sistem, terdigitalisasi, relevan, serta didukung SDM berkualitas dan sarana prasarana yang memadai dan inklusif," kata Menag.

Selain itu, Nasaruddin mengatakan Kemenag juga akan selesaikan PPG guru dalam jabatan.

"Kita juga akan selesaikan PPG Guru Dalam Jabatan, insya Allah dalam dua tahun ke depan. Jika guru tersertifikasi, harapannya akan lebih profesional. Kesejahteraan juga bisa ditingkatkan melalui tunjangan profesi. Kemenag juga akan berikan beasiswa pendidkan, baik melalui skema Kartu Indonesia Pintar maupun Beasiswa Indonesia Bangkit," jelas dia.

Kemenag ke depan akan melakukan akselerasi akreditasi unggul pada PTKN, serta penguatan kualitas literasi keagamaan berbasis budaya digital dan media sosial.

5. Pemberdayaan Pesantren

Pesantren berkontribusi, sejak sebelum Indonesia merdeka. Lahirnya UU Pesantren menjadi momentum rekognisi dan afirmasi. "Kemenag terus komitmen kembangkan pesantren sebagai tempat pembelajaran yang aman, ramah anak, dan inklusif. Bahkan, pesantren selama ini terbukti ikut menopang pertumbuhan ekonomi umat," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemenag ke depan akan menguatkan kemandirian pesantren melalui pemberian bantuan inkubasi bisnis.

"Kita harap jumlah Badan Usaha Milik Pesantren akan terus bertambah. Kita harap bisa sampai 5.000. Kita juga akan mendirikan pesantren internasional serta melakukan penguatan kualitas dan rekognisi bagi lulusan pesantren. Kita saat ini juga sedang menggodok pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren," tuturnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut