Soroti Kasus MinyaKita Disunat, Puan Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Pengawasan

Ketua DPR RI Puan Maharani
Sumber :
  • TV Parlemen

Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani menilai, praktik oplosan hingga pengurangan takaran MinyaKita di pasaran terjadi karena kurangnya pengawasan. Lantaran itu, dia meminta pemerintah untuk mengevaluasi sistem pengawasan distribusi minyak goreng tersebut.

img_title Puan Minta Keluarga Jurnalis-Kru Hilang Kontak di Selat Sunda Dapat Pendampingan Psikologis

Hal itu dikemukakan Puan menyoroti kasus kecurangan MinyaKita tersebut. "Kasus pengurangan takaran dan pemalsuan MinyaKita harus menjadi pelajaran agar pengawasan produk pangan semakin ditingkatkan sehingga tidak berujung pada penyalahgunaan yang merugikan rakyat," kata Puan, Jumat, 14 Maret 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Puan menambahkan, "Jika Pemerintah tidak segera bertindak tegas dan melakukan perbaikan sistem pengawasan, maka kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pangan akan semakin menurun." 

img_title Di HUT Demokrat, AHY Titip Salam ke Megawati Lewat Puan

MinyaKita.

Photo :
  • M Yudha P/VIVA.co.id

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu juga meminta penegak hukum untuk menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam kasus kecurangan distribusi MinyaKita. Ia ingin keadilan bagi kebutuhan masyarakat dijunjung tinggi.

Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2025

Photo :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari

img_title DPR Dorong Penanganan Terpadu Atasi Karhutla dan Kebencanaan di Indonesia

"Jika hanya pelaku di tingkat bawah yang dijerat, sedangkan pihak yang lebih besar lolos dari tanggung jawab maka keadilan tidak akan benar-benar ditegakkan. Negara harus memastikan bahwa kesejahteraan dan keadilan rakyat tidak dikorbankan hanya karena lemahnya pengawasan," kata Puan.

Menurut Puan, kasus pemalsuan MinyaKita menunjukkan bahwa selama ini ada celah dari sisi pengawasan yang bisa dipergunakan oknum tak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan.

"Pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap kurang maksimalnya sistem pengawasan yang memungkinkan pelaku memalsukan isi MinyaKita tanpa terdeteksi sejak awal," ujar mantan Menko PMK tersebut.

"MinyaKita adalah program Pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan minyak goreng murah bagi masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah. Jika produk ini dimanipulasi, maka dampaknya sangat merugikan rakyat, baik dari segi kualitas maupun harga," ujar Puan menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk mencegah kasus serupa terjadi lagi, Puan pun meminta Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan BPOM agar ikut terlibat dalam pengawasan dan inspeksi secara berkala. Peredaran MinyaKita palsu dikhawatirkan akan berdampak kepada kesehatan masyarakat.

Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangan juga diingatkan untuk membuat sistem pemantauan yang lebih transparan. Dengan begitu, kata Puan, setiap rantai distribusi produk bersubsidi dapat diawasi dengan ketat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut