Hasan Nasbi: Pemerintah Komitmen Jamin Kebebasan Pers di Indonesia

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi
Sumber :
  • Antara

Jakarta, VIVA - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menegaskan pemerintah berkomitmen dalam menjamin kebebasan pers di Indonesia. Hal ini menanggapi ancaman teror di Kantor Redaksi Media Tempo berupa pengiriman kepala babi dan bangkai tikus.

img_title Houthi Gempur Istana Kepresidenan Yaman, 2 Orang Tewas

"Tidak ada yang berubah dari komitmen pemerintah tentang kebebasan pers," kata Hasan dalam pesan tertulisnya pada Minggu, 23 Maret 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi

Photo :
  • VIVA.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham

img_title Richard Tampubolon Dipanggil ke Istana, Bakal Dilantik Jadi Wamenhan?

Kata dia, pemerintah tetap konsisten dalam menjunjung tinggi kebebasan pers sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tentunya, lanjut dia, pemerintah tunduk pada Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM).

Dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 14 Ayat (1) menyebutkan, bahwa setiap orang berhak memperoleh informasi yang diperlukan untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya.

img_title Prabowo Kumpulkan 800 Perwira Tinggi TNI-Polri di Istana, Sampaikan Taklimat Jelang 2 Tahun Pemerintahan

"Di Undang-Undang Nomor 39 tentang HAM, di Pasal 14 dan 23 juga dijamin hak-hak yang kurang lebih mirip," ujarnya.

Menurut dia, kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan dijamin sepenuhnya tanpa adanya praktik sensor atau pembredelan. Maka dari itu, kata dia, pemerintah sama sekali tidak bergeser dari prinsip-prinsip tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, ia juga mengingatkan media memiliki tanggungjawab untuk menyampaikan informasi yang tepat, akurat dan benar sesuai amanat Undang-Undang Pers.

"Media juga diperintahkan oleh Undang-Undang Pers untuk memberikan informasi yang tepat, akurat, dan benar," pungkasnya.(Ant)

Istana Negara RI

IHSG Anjlok hingga Trading Halt, Istana Pantau Gejolak Pasar Imbas Isu MSCI

Istana memantau gejolak pasar setelah IHSG anjlok hingga trading halt. Pemerintah menunggu tanggapan lanjutan terkait isu MSCI dan pasar modal Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
16 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut