Momen Budi Gunawan Turun Langsung Pengamanan Libur Lebaran: Negara Harus Hadir Sesuai Arahan Prabowo
- VIVA.co.id/Fajar Ramadhan
Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Budi Gunawan ikut turun melakukan memantau pengamanan selama libur lebaran tahun 2025. Pemantauan itu dilakukan mulai dari arus mudik hingga arus balik nantinya.
Dia menjelaskan, tindakan ini menjadi salah satu pengawalan penuh terhadap kelancaran arus mudik dan stabilitas keamanan nasional sesuai dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto. Tak hanya libur lebaran, pemerintah juga ikut memantau keamanan selama Hari Raya Nyepi 2025 kemarin.
“Bapak Presiden telah menginstruksikan, bahwa negara harus hadir dan bersinergi untuk menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat, terutama selama periode libur panjang ini,” ujar Budi Gunawan dalam keterangan tertulis pada Jumat, 4 April 2025.
Menko Polkam Budi Gunawan.
- VIVA.co.id/Edwin Firdaus
Budi Gunawan menjelaskan melalui pemantauan yang dilakukan jajaran Kemenko Polkam, bersama TNI, Polri, Kementerian Perhubungan dan berbagai Kementerian/Lembaga lainnya, tercatat adanya lonjakan signifikan arus kendaraan dan penumpang baik melalui jalur darat, laut, maupun udara sejak 21 Maret hingga 1 April 2025.
Pada 2 April 2025 kemarin, Operasi Ketupat-Lodaya dan pemantauan lainnya telah mencatat adanya penurunan kepadatan arus lalu lintas di Jakarta, yang diperkirakan akan meningkat kembali pada periode arus balik 5-7 April 2025.
"Salah satu data yang dikumpulkan mencatat jumlah kendaraan yang keluar dan masuk Jabodetabek melalui jalan tol dan arteri mencapai 417.974 kendaraan, jumlah ini mengalami penurunan sebesar 73,4% dibandingkan hari sebelumnya," kata eks Kepala BIN.
Selanjutnya, Budi Gunawan juga menjelaskan rekayasa lalu lintas menjadi salah satu cara untuk mengurai kepadatan saat libur lebaran 2025. Salah satu upaya rekayasa lalu lintas itu dilakukan berupa contraflow dari Km 70 hingga Km 47 di Tol Jakarta-Cikampek, serta opsi one way lokal ruas Brebes dan jalur alternatif Nagrek.
Pun, pengalihan arus juga dilakukan secara bertahap pada ruas Tol Solo-Jogja untuk mengantisipasi antrean di Gerbang Tol Prambanan hingga Klaten.
“Rekayasa lalu lintas bersifat dinamis sesuai kebutuhan lapangan. Ini adalah bentuk kesiapsiagaan yang dilakukan agar masyarakat tidak terjebak dalam kemacetan panjang,” kata dia.
Di sektor transportasi umum, pergerakan penumpang juga mengalami peningkatan selama libur panjang. Data per 2 April 2025, menunjukkan di Bandara Soekarno-Hatta, keberangkatan dan kedatangan masing-masing mencapai 58.392 dan 48.098 penumpang. Bandara Juanda Surabaya juga mencatat total lebih dari 23.000 penumpang.