Napi Lapas Bukittinggi yang Meninggal Akibat Keracunan Bertambah

Situasi di RSUD Dr. Achmad Muchtar Bukittinggi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Andri Mardiansyah (Padang)

Bukittinggi, VIVA - Direktur Utama Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi, Busril mengatakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bukittingi, Sumatera Barat, yang kritis akibat minuman keras oplosan meninggal dunia. Sehingga, korban meninggal dunia bertambah menjadi dua orang.

img_title Suporter Tewas usai Nonton Laga Garudayaksa Vs Persib di Pakansari, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

"Benar, satu pasien atas nama inisial MA meninggal dunia setelah mendapat perawatan sejak Rabu (30/4) malam di ICU. Korban meninggal dunia pada pukul 8.50 WIB," kata Busril dikutip pada Jumat, 2 Mei 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi di RSUD Dr. Achmad Muchtar Bukittinggi

Photo :
  • VIVA.co.id/Andri Mardiansyah (Padang)

img_title Atlet Selam Syabilla Rizkia Meninggal Dunia di Porprov Jateng, KONI Perketat Aturan Keselamatan Lomba Laut

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata dia, korban yang meninggal didapati intoksikasi alkohol dengan kalium meningkat serta peningkatan CO2 dalam tubuh dan gagal nafas.

Menurut dia, dari 22 pasien warga binaan yang dirawat itu sudah diperbolehkan pulang sebanyak 10 orang. Sehingga, hanya tersisa 11 orang yang masih dirawat.

img_title Kasus Perundungan Anak Disabilitas hingga Meninggal di Surabaya, KPAI Kawal Proses Hukum

"Saat ini sisa 11 orang pasien yang dirawat dengan 3 orang di antaranya dalam kondisi kritis, delapan lainnya dirawat biasa," ujarnya.

Sebelumnya, satu orang inisial I dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Bukittinggi pada Rabu, 30 April 2025. Jenazah warga binaan yang meninggal dunia itu telah dibawa oleh pihak keluarga bersama petugas Lapas Bukittinggi untuk dimakamkan.

Total hingga Kamis siang, ada dua warga binaan yang meninggal dunia korban dari keracunan massal miras oplosan yang dicampur dengan bahan baku parfum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki lebih lanjut kasus keracunan massal itu.

"Kami membentuk tim investigasi. Semua keterangan dalam penyelidikan termasuk jika adanya kemungkinan kelalaian petugas Lapas," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumatera Barat, Marselina Budiningsih.(Ant)

Ilustrasi pembacokan.(istimewa/VIVA)

Gegara Kalah Taruhan Domino, Dua Kakak Beradik Bacok Teman hingga Tewas di Aceh Barat Daya

Dua kakak beradik berinisial MA dan EL di Aceh, ditangkap polisi setelah diduga menganiaya Reimi (24) hingga meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut