Kadin Indonesia Lobi Pemerintah AS, Targetkan Tarif 0 Persen untuk Garmen RI

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Washington, VIVA – Indonesia terus memperkuat diplomasi dagangnya di kancah internasional. Terbaru, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melobi pemerintah Amerika Serikat agar produk garmen dari Tanah Air bisa menikmati tarif bea masuk yang sangat rendah, bahkan hingga 0 persen.

img_title Kanada Tetapkan Tarif Balasan Terhadap Produk AS, Ini Rinciannya

Langkah ini dikemukakan langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, usai bertemu dengan Vice President of National Cotton Council (NCC) Amerika Serikat, Robbie Minnich, di Washington, D.C., Kamis 1 Mei 2025 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam lawatan ini, Anindya yang akrab disapa Anin didampingi sejumlah pimpinan Kadin lainnya, seperti Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah, Erwin Aksa, WKU Bidang Hubungan Luar Negeri, Benardino M. Vega, serta WKU Bidang Hilirisasi, Tony Wenas.

img_title Korporasi Jadi Tersangka Kasus Ekspor Pulp, Kerugian Negara Capai Rp2 Triliun

"Kita memikirkan suatu kesepakatan (dengan NCC), dimana kalau kita pakai semacam kapas dari Amerika (Serikat), ketika sudah diolah, dikirim kembali ke Amerika (Serikat) berupa garmen, kita bisa mendapatkan tarif yang serendah mungkin. Syukur-syukur 0 persen," ujar Anin dalam keterangan resminya.

Upaya ini bertujuan agar industri garmen Indonesia bisa lebih kompetitif di pasar ekspor, terutama di AS. Oleh karena itu, Anin juga meminta bantuan NCC untuk ikut mendorong skema ini melalui jalur diplomatik dan perdagangan, khususnya dengan perwakilan dagang AS, U.S. Trade Representative (USTR).

img_title Rupiah Melemah ke Rp 17.650 saat Pendapatan Kelas Menengah RI Anjlok dan Tensi Iran-AS Kembali Melonjak

"Seperti kita dengan pemerintah punya relasi yang sangat bagus, supaya perusahaan garmen kita bisa lebih kompetitif ke depannya," tambah Anin.

Meski dihadapkan pada tantangan, terutama dalam persaingan pasokan kapas dengan negara seperti China dan Brasil, Anin tetap optimistis kerja sama ini dapat terwujud. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya rasa meeting-nya sangat baik. Ini pertemuan yang berdampingan dengan pemerintah dan berfokus kepada kebijakan tarif, yang kami yakin pasti ada solusinya," katanya.

Lebih lanjut, Anin menyebutkan bahwa nilai ekspor Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 2 miliar dolar AS per bulan. Dengan struktur perdagangan yang semakin seimbang, peluang untuk meningkatkan ekspor di sektor garmen, alas kaki, dan elektronik dinilai sangat terbuka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut