Ledakan Dahsyat Munisi Afkir di Garut, TNI Bakal Lakukan Investigasi Menyeluruh

VIVA Militer: Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana
Sumber :
  • Istimewa/Viva Militer

Jakarta, VIVA – Sebuah insiden tragis terjadi di lokasi pemusnahan munisi afkir milik TNI Angkatan Darat di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, pada Senin pagi. Ledakan hebat yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

img_title Bocornya Informasi soal AS Kekurangan Amunisi dalam Perang Iran Bikin 50 Staf Pentagon Diperiksa

Dalam peristiwa tersebut, suara ledakan terdengar hingga radius beberapa kilometer. Pihak TNI memastikan akan mengambil langkah cepat dan menyeluruh dalam mengusut insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami akan melaksanakan investigasi secara menyeluruh terkait dengan kejadian ini dan akan kami sampaikan informasi selanjutnya berkaitan dengan perkembangan dari penyelidikan atau investigasi yang dilaksanakan,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana dalam keterangan resmi, Senin, 12 Mei 2025.

img_title Tak Terduga! Begini Respons Menteri Pigai Soal Vonis 2 Prajurit TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Dipangkas

Ledakan amunisi di Garut

Photo :
  • tangkapan layar

Wahyu Yudhayana menyebutkan bahwa lahan yang menjadi lokasi peledakan amunisi tak layak pakai di Garut, Jawa Barat, merupakan lahan milik BKSDA. Lokasi itu merupakan lokasi yang rutin digunakan untuk melakukan pemusnahan.

img_title Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Putusan Banding Hukuman Penyiram Air Keras Andrie Yunus Dipangkas

Proses peledakan amunisi afkir itu juga disebutkan telah mengikuti standar operasional yang ada. Wahyu mengatakan lokasi yang digunakan untuk meledakan amunisi itu juga jauh dari permukiman warga.

“lahan yang digunakan untuk penghancuran amunisi akhir tersebut adalah lahan milik BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Kabupaten Garut yang sudah rutin digunakan untuk memusnahkan munisi akhir dan lokasinya jauh dari pemukiman warga,” ujar Wahyu

Dari peristiwa ini, setidaknya ada 13 orang tewas yang terdiri dari 4 orang personel TNI dan 9 orang warga sipil. Korban dari prajurit TNI yaitu Kolonel Cpl. Antonius Hirmawan, Kepala Gudang Pusat Munisi 3 Puspalad; Mayor Cpl. Anda Rohanda, Kepala Seksi Administrasi Pergudangan; Kopda Eri Priambodo, Anggota Gudang Pusat Munisi; dan Pratu Aprio Seriawani Anggota Gudang Pusat Munisi.

Dok. Istimewa

Photo :
  • VIVA.co.id/Fajar Ramadhan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara, 9 identitas warga sipil yang tewa yakni, Agus, Ipan, Anwar, Ius, Ius Rizal, Toto, Rustiawan, Endang dan Dadang.

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sempat Ganggu Pembangunan Dermaga di Lampung

TNI Angkatan Laut (AL) mengatakan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sempat mengganggu pembangunan infrastruktur dermaga untuk kapal induk di Lampung.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut