Duet Strategis Menuju Net Zero dan Solusi Strategis Masa Depan

Ilustrasi energi terbarukan / ramah lingkungan.
Sumber :
  • Perfect Sense Energy

VIVA – Dalam upaya global untuk mendorong transformasi energi yang lebih bersih, kawasan Asia-Pasifik termasuk Indonesia menghadapi tantangan kompleks: bagaimana menyediakan energi rendah emisi, andal, dan terjangkau.

img_title Pacu Transisi Energi, Pemerintah Wujudkan Inovasi PLN Jadi Manfaat Nyata Buat Masyarakat RI

Dalam konteks ini, gas alam tidak lagi dipandang sebagai solusi sementara, melainkan sebagai bagian dari strategi utama transisi energi. Gas tidak hadir untuk bersaing dengan energi baru dan terbarukan (EBT), tetapi untuk melengkapinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan keunggulan fleksibilitas operasional, waktu implementasi yang relatif cepat, serta infrastruktur yang dapat disesuaikan dengan teknologi masa depan, gas memiliki karakter strategis sebagai pendukung sistem energi nasional yang terus bertransformasi.

img_title Aspebindo Dorong Kemandirian Energi Nasional dan Perkuat Peran Koperasi dalam Sektor Strategis

Indonesia telah menetapkan target jangka panjang untuk mencapai net zero emission antara tahun 2050 hingga 2060. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Dengan fleksibilitas, kecepatan implementasi, dan dukungan teknologi rendah karbon, gas alam telah terbukti menjadi mitra penting bagi energi terbarukan. Indonesia berada dalam posisi unik untuk menjembatani kebutuhan akan energi bersih sambil mengatasi tantangan keterjangkauan dan keandalan di kawasan ini.

img_title AHY Dorong Pemanfaatan Energi Surya di Lingkungan Warga

Komitmen ini dirancang agar tetap sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan perluasan akses energi yang merata ke seluruh wilayah, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,2 GW melalui proses optimalisasi. Sekitar 42 GW atau 61% dari tambahan tersebut diproyeksikan berasal dari sumber terbarukan seperti surya, angin, air, panas bumi, dan bioenergi.

Kontribusi pembangkit listrik berbasis gas akan dikurangi dari 15,2 GW menjadi 10,3 GW, sementara sistem penyimpanan energi baterai (BESS) akan ditingkatkan dari 4,6 GW menjadi 6,0 GW untuk mendukung fleksibilitas dan keandalan sistem.

Saat ini, bauran energi terbarukan telah mencapai 14,5% pada tahun 2024—sebuah capaian progresif yang menunjukkan arah kebijakan yang konsisten.

Target peningkatan menjadi 23% pada 2025 dan 31%–35% pada 2030 akan terus dikejar melalui kombinasi kebijakan adaptif, insentif, dan strategi investasi.

Ilustrasi pengelolaan energi.

Photo :
  • Dok: ABB

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gas Alam: Solusi Praktis, Mendukung Keandalan

Program konversi penggunaan HSD di 41 pembangkit berbasis gas yang dimulai pada Maret 2025 merupakan langkah konkret yang menunjukkan bagaimana gas dapat memperkuat sistem energi nasional.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut