Hilman Latief Ungkap 3 Terobosan Besar Haji 2025, Ini Dampaknya bagi Jemaah

Jemaah haji usai Salat Isya di Masjidil Haram, Makkah
Sumber :
  • Andika Wahyu/MCH 2025

Jakarta, VIVA –Penyelenggaraan ibadah haji 2025 menandai babak baru dalam reformasi tata kelola haji Indonesia. Untuk pertama kalinya, pemerintah melalui Kementerian Agama menghadirkan tiga kebijakan penting: transparansi daftar jemaah haji khusus, efisiensi pemanfaatan dana haji tanpa mengurangi kualitas layanan, dan skema layanan multi syarikah yang mendorong persaingan sehat.

img_title Sabet Opini WTP ke-8, BPKH Tegaskan Pengelolaan Dana Haji Transparan dan Akuntabel

Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

Photo :
  • MCH 2025

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini langkah progresif dalam tata kelola haji, dari yang semula cenderung tertutup dan sentralistik, menjadi lebih terbuka, adil, dan partisipatif,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, Sabtu (5/7/2025) di Jakarta.

img_title Tes Kesehatan Jemaah Haji 2027 Bakal Diperketat untuk Tekan Angka Kematian di Tanah Suci

Berikut tiga terobosan utama haji 2025 yang menjadi tonggak perubahan besar:

1. Transparansi: Daftar Jemaah Haji Khusus Kini Dipublikasikan

img_title UEA Bantu 150 Jemaah Haji Indonesia, Dana Rp3,3 Miliar Diberikan untuk Pedagang Asongan hingga Penjual Kerupuk

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah merilis secara terbuka daftar nama jemaah haji khusus yang berhak melunasi biaya haji 1446 H/2025 M. Ini dilakukan sejak 23 Januari 2025 sebagai bentuk tindak lanjut dari sorotan DPR terhadap rendahnya transparansi kuota haji khusus.

“Pendekatan ini sama dengan yang dilakukan jemaah haji reguler. Mereka yang berhak melunasi diumumkan secara terbuka,” terang Hilman Latief. Bahkan, setelah masa pelunasan berakhir, pemerintah kembali merilis daftar jemaah yang sudah melunasi sebagai bentuk akuntabilitas.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah monopoli informasi oleh pihak penyelenggara, serta membuka ruang pengawasan publik terhadap distribusi kuota.

2. Efisiensi: Dana Haji Turun, Layanan Tetap Optimal

Rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 mengalami penurunan sebesar Rp4 juta dibanding tahun sebelumnya, menjadi Rp89,4 juta. Penggunaan nilai manfaat pun turut turun, namun kualitas layanan tetap dijaga.

“Tahun ini, jemaah haji Indonesia mendapatkan total 127 kali layanan makan. Ini terdiri atas 84 kali makan di Makkah, 27 kali di Madinah, dan 15 kali makan serta satu kali snack berat selama masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ungkap Hilman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Standar akomodasi dan transportasi tetap tinggi, dengan peningkatan di beberapa sektor. Presiden terpilih Prabowo Subianto turut mengapresiasi langkah ini, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keterjangkauan biaya dan mutu pelayanan.

3. Kompetisi Sehat: Layanan Jemaah Gunakan Skema Multi Syarikah

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut