Denny JA: Make Pertamina Great Again!

Komisaris Utama PHE Denny JA dan Dirut Pertamina Simon Aloyius
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Percakapan visioner dengan Dirut Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dengan Dirut Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi, juga dengan direksi dan corporate secretarynya, ditambah lagi pertemuan intens dengan sesama komisaris di PHE, dan pimpinan subholding, memberi Denny JA inspirasi satu mantra yaitu Make Pertamina Great Again!

img_title Kembangkan Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah, Pertamina Kenalkan Transisi Energi ke Anak Muda di IdeaFest 2026

Denny menjelaskan, pada dekade 1970-an, nama Pertamina disegani dunia. Ia berdiri sebagai simbol keberanian sebuah negara berkembang yang tak hanya bermimpi besar, tapi juga sempat mencapainya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di bawah kepemimpinan Ibnu Sutowo, di era Orde Baru, produksi minyak Pertamina menembus angka 1,2 juta barel per hari. 

img_title Pertamina Dorong Generasi Muda Pahami Strategi Pertumbuhan Ganda dan Transisi Energi

"Ini jauh melampaui kebutuhan domestik. Indonesia kala itu bukan sekadar swasembada energi, tetapi juga eksportir utama minyak mentah," kata Denny dalam keterangan tertulisnya, Jumat 25 Juli 2025.

Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi (PHE), Denny JA

Photo :
  • Istimewa

img_title Pertamina Patra Niaga Kasih Kejutan hingga Dengar Langsung Masukan Konsumen di Hari Pelanggan Nasional

Denny pun menuturkan, saat ini waktu berubah. Perusahaan yang dahulu menjadi lambang kebanggaan nasional kini kerap dikaitkan dengan problem struktural seperti produksi yang merosot hingga tinggal sekitar 600 ribu barel per hari.

Lalu sering menjadi berita. Bayang- bayang mafia impor, korupsi dalam pengadaan, serta beban utang yang sempat membengkak pada era 1990-an hingga awal 2000-an, bahkan menjadi salah satu pemicu krisis ekonomi 1998.

Lebih menyakitkan lagi, Petronas, perusahaan minyak Malaysia yang dahulu berguru pada Pertamina telah menjelma menjadi raksasa global.

"Petronas tampil dengan struktur korporasi yang ramping, transparan, dan modern. Sementara Pertamina, selama bertahun-tahun, terseok oleh politik internal dan beban birokrasi," ucapnya.

Pada 24 Juli 2025, Denny selaku Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) bertemu dengan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri. Percakapan empat mata tersebut berlangsung sangat akrab dan penuh muatan visi strategis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami hanya berbincang satu jam. Namun dari percakapan itu lahir kesepahaman yang kuat: membuat Pertamina bangkit. Bukan sekadar slogan, tetapi sebuah komitmen kerja. Dengan program konkret, kerangka waktu, metrik evaluasi, dan semangat kolaboratif," ujar Denny.

Denny menjelaskan, dirinya dan Dirut Pertamina membahas tiga agenda utama. Pertama, target produksi 1 juta barel per hari. Menurutnya, hal tersebut bukan mimpi kosong.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut