Istana Ingin 'Win-win Solution' soal Polemik Royalti Musik

Kepala PCO, Hasan Nasbi di Kantor PCO, Jakarta Pusat
Sumber :
  • Yeni Lestari/VIVA

Jakarta, VIVA – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mengatakan pemerintah akan memfasilitasi penyelesaian polemik royalti musik melalui dialog konstruktif antar pemangku kepentingan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan masing-masing pihak.

img_title Kehadiran Kapolri di Pameran Seniman Dinilai Selaras dengan Asta Cita Prabowo-Gibran

Hasan mengingatkan bahwa sudah ada lembaga yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk memfasilitasi penghargaan atas karya seniman agar mendapat apresiasi dan imbal jasa yang layak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Supaya hasil karya mereka itu mendapatkan penghargaan dan apresiasi yang layak," kata Hasan Nasbi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 14 Agustus 2025.

img_title 1500 Seniman Bikin Sarinah Geger! Reog, Hudoq hingga Tari Topeng Kolosal Meriahkan HUT RI ke-81

Hasan menyebut proses pembahasan masih berjalan dan belum final. Karena itu, ke depan komunikasi akan diperkuat agar solusi yang dihasilkan menguntungkan semua pihak, mulai dari seniman, pengelola hotel, restoran, tempat hiburan, hingga masyarakat. “Kita cari win-win solution,” ujarnya.

Ia menambahkan, kementerian terkait seperti Kemenparekraf, Kemenkum, serta para pemangku kepentingan lain akan membicarakan secara rinci mekanisme dan implementasi di lapangan.

img_title Kericuhan di ARTJOG: Seniman Dipukul Petugas Keamanan Saat Aksi Teatrikal, Panitia Angkat Bicara

“Apresiasi terhadap hasil karya-karya mereka juga harus dipikirkan dan kita belum terbiasa dengan ini. Kita step by step, nanti akan mencari jalan keluar untuk hal ini,” kata Hasan.

Polemik royalti musik kembali mencuat setelah sejumlah gugatan hukum antara pencipta lagu dan penyanyi, serta keluhan pelaku usaha yang merasa terbebani kewajiban pembayaran atas musik yang diputar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah musisi menuding sengketa ini dipicu ketidakjelasan aturan, tumpang tindih kebijakan, dan rendahnya transparansi distribusi royalti oleh Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).

Beberapa musisi mendorong sistem direct license agar pembayaran mengalir langsung ke pencipta lagu, namun mekanisme ini dinilai berpotensi melanggar regulasi yang berlaku. Sementara itu, pemilik kafe dan restoran khawatir memutar musik Indonesia karena takut dikenai biaya tambahan.

Traces of the Future karya senima Thailand, Tawich Jittiang

Saat Karya Mendapat Ruang, Peluang Seniman untuk Dikenal Makin Terbuka

Ruang ekspresi seni membantu kreator memperkenalkan karya, bertukar gagasan, dan membuka peluang baru melalui apresiasi serta pertemuan seniman lintas negara.

img_title
VIVA.co.id
7 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut