Prabowo: Kita Tak Mau Lagi Jadi Sapi Perah Bangsa Lain!

Presiden Prabowo Subianto saat pidato dalam sidang tahunan MPR RI
Sumber :
  • ANTARAFOTO/Dhemas Reviyanto

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan mau lagi menjadi sapi perah bagi bangsa lain.

img_title Prabowo Sebut Pendidikan Butuh Investasi yang Besar, Akui Korupsi Sesungguhnya Awal Kehancuran Bangsa

Hal itu disampaikan Prabowo dalam sidang Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RUU APBN) 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita tidak mau lagi menjadi sapi perahan bangsa-bangsa lain," kata Prabowo dalam pidatonya. 

img_title Bank hingga Shopee Wajib Pungut Pajak Digital Mulai 9 November, Hashim Sebut Upaya Prabowo Kejar Penerimaan Negara

Prabowo lantas mengungkit hasil riset Universitas Oxford yang menunjukkan bahwa saat Belanda menduduki Indonesia, produk domestik bruto (PDB) per kapita mereka termasuk yang tertinggi di dunia. 

Prabowo mengklaim, kekayaan dan sumber daya alam Indonesia menjadi faktor utama peningkatan PDB tersebut.

img_title Fasilitas di NTB dan NTT Belum Lengkap, Pramono Anung: Jakarta Siap Bantu Gelar PON 2028

"Artinya, siapapun yang menguasai kekayaan Indonesia akan memiliki GDP per kapita yang sangat tinggi, bahkan bisa masuk tiga atau empat besar dunia. Itulah yang menjadi tujuan kita," ucap dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Prabowo pun menekankan pemerintah akan terus berkomitmen menguasai, mengendalikan dan mengelola seluruh kekayaan bangsa Indonesia. 

Salah satu caranya kata Prabowo yaitu dengan memodernisasi sistem pertahanan, memberdayakan industri strategis nasional hingga meningkatkan kesejahteraan prajurit. 

Presiden Prabowo dalam Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat.

Saat Prabowo Puji Kinerja Alumni SMA Taruna Nusantara di Kabinet: Ada 2 Menko, Seskab, hingga Jenderal

Prabowo mengapresiasi kinerja alumni SMA Taruna Nusantara yang kini menduduki jabatan strategis, mulai dari dua menteri koordinator hingga pimpinan lembaga negara.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut