Prabowo: Ada Gejala Tindakan Mengarah ke Makar dan Terorisme

Presiden RI Prabowo Subianto saat konferensi pers di Istana Kepresidenan
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto mengaku mencium adanya gejala tindakan di luar hukum yang mengarah pada makar hingga terorisme.

img_title Presiden Prabowo Terapkan Ekspor Satu Pintu Lewat DSI, Bidik Kebocoran Negara akibat Penyelundupan

Hal itu disampaikan Prabowo menyoroti situasi nasional imbas gelombang aksi massa yang terjadi di sejumlah daerah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Namun, tidak dapat dipungkiri adanya gejala tindakan di luar hukum, bahkan yang mengarah kepada makar dan terorisme," kata Prabowo, Minggu, 31 Agustus 2025 di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

img_title Bahlil Lapor ke Prabowo, PNBP Energi Tembus Rp127,74 Triliun hingga Oktober 2026

Prabowo pun memerintahkan kepada Polri dan TNI untuk mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk perusakan fasilitas umum, termasuk penjarahan.

"Ambil tindakan setegas-tegasnya terhadap segala bentuk perusakan fasilitas umum, penjarahan rumah-rumah, maupun gangguan terhadap sentra-sentra ekonomi sesuai hukum yang berlaku," tutur dia.

img_title Kekayaan RI Rp5.400 Triliun Ada di 5 Konsesi Tambang, Prabowo: Lebih dari 2 Tahun Tidak Ada Aktivitas Nyata, Cabut!

Di samping itu, Prabowo menekankan pihaknya menghormati segala aspirasi murni yang disampaikan masyarakat. Dia pun meminta kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara baik dan damai.

"Sekali lagi, aspirasi murni harus dihormati. Hak untuk berkumpul secara damai harus dilindungi. Kepada seluruh masyarakat, silakan sampaikan aspirasi dengan baik dan damai. Kami pastikan akan didengar, dicatat, dan ditindaklanjuti," pungkas Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Koordinasi Nasional TPAKD di Jiexpo, Jakarta,

Prabowo Bidik Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Kelompok Petani hingga Nelayan jadi Sasaran

Prabowo menargetkan penyaluran kredit rakyat Rp400 triliun pada 2027 untuk petani, nelayan, UMKM, dan warga berpenghasilan rendah, seiring peluncuran DNKK.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut