Kritik ke Deddy Sitorus Disebut Harus Logis dan Ilmiah, Alasannya...

Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus
Sumber :
  • ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Jakarta, VIVA - Desakan diberikan ke Deddy Yevri Sitorus agar dinonaktifkan dari anggota DPR.

img_title Kabar Baik! Tunjangan Guru Non-ASN Sudah Cair 100%

Terkait hal itu, Komunikolog Dr. Emrus Sihombing mengatakan agar perbincangan soal pendapatan anggota dewan kembali pada koridor ilmiah, yakni dibandingkan secara setara dan relevan, bukan dibenturkan dengan kelompok sosial yang berbeda konteks.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ketika melakukan perbandingan, dari aspek ilmiah, harus yang setara dong,” tegas Emrus. Ia mencontohkan, seperti membandingkan 'benda padat dengan benda padat' atau 'benda cair dengan benda cair'. Analoginya, berat jenis air tawar dengan air laut," kata dia, dikutip Rabu, 3 September 2025.

img_title Wakil Ketua KPK Usul Harta Pejabat yang Tak Lapor LHKPN Dirampas Negara

Menurutnya, ukuran yang tepat adalah membandingkan pendapatan anggota dewan Indonesia dengan anggota dewan di negara lain, atau dengan pejabat negara lain, baik eksekutif maupun legislatif di dalam negeri.

"Itulah pembandingan yang setara,” kata dia.

img_title Relawan Gibran Sentil PDIP Kalah di Pilpres 2024, Deddy Sitorus: Parasit Kekuasaan yang Buta Nalar

Sehingga, ia menilai tidak logis menyandingkan pendapatan anggota dewan dengan upah minimum pekerja, sekalipun ada kasus di negara tertentu di mana upah minimum lebih tinggi dari pendapatan dewan negara lain.

“Artinya, perbandingan yang logis harus setara,” kata Emrus.

Dirinya pun meluruskan perdebatan tentang tunjangan. Baginya, tunjangan melekat pada jabatan dan termasuk biaya yang diperlukan untuk menjalankan tugas, bukan sekadar 'tambahan pendapatan' personal.

“Tunjangan, menurut hemat saya, termasuk bagian dari biaya, yaitu pengeluaran dalam rangka melaksanakan tugas-tugas sebagai anggota dewan/pejabat negara,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengingatkan, praktik pemberian tunjangan juga berlaku untuk berbagai pejabat negara dan pemerintah. Seruan Emrus ini sejalan dengan posisi Deddy Yevri Sitorus yang menolak simplifikasi dan pembingkaian yang tidak setara dalam membahas kesejahteraan anggota dewan. Dengan mengembalikan parameter perbandingan pada standar yang benar, Emrus menilai polemik bisa ditarik dari ruang emosional menuju perdebatan yang jernih dan berbasis data.

“Untuk itulah, mari kita berpikir jernih dan logis. Lakukan perbandingan tentang apa pun berdasarkan prinsip setara agar ilmiah,” kata Emrus.

Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo di Rapimnas Kadin 2026

Hashim Bongkar Potensi Rp1.500 Triliun yang Bisa Masuk Kas Negara, Selama Ini ke Mana?

Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, menyebut Indonesia berpotensi memperoleh tambahan penerimaan negara.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut